Dari Hulu Sampai Hilir, Pemuda Pakis Digembleng Kerja-Kerja Jurnalis

0 0
Read Time:2 Minute, 59 Second

JEMBER – Mimpi anak desa membikin buku pada 13 Nopember 2022 dari Kampung Durian Desa Pakis Kecamatan Panti. Di setiap hari libur pasti menjadi tempat tujuan wisata, terutama wisata alam. Banyak anak-anak muda yang mengisi liburanya disana.

Wisata kampung durian mulai berbenah dan menyiapkan wahana-wahana untuk memberikan kenyamanan para pengunjungnya. Pengunjung ada yang sekedar bersantai, sport menuju air terjun dan ada yang hanya sekedar mencari suasana lain karena kejenuhan selama hari kerja.

Tak terkecuali anak-anak muda J-Permataku (Jember Perkumpulan Remaja Pencinta Buku), mereka memilih lokasi belajar menulis bersama sebagai kelanjutan kegiatan di mini zoo hari Minggu kemarin. Kegiatan kali ini adalah Workshop Jurnalisme atau bisa disebut pelatihan untuk menulis bagi pemula.

Mungkin para remaja desa pakis ini belum ada yang pernah mengikuti pelatihan jurnalistik, makanya mereka dianggap pemula. Rupanya mereka tergerak untuk melakukan pelatihan ini dengan tujuan agar mereka dapat membuat buku tentang desa mereka.

Melihat antusiasnya para remaja desa pakis ini Disperpusip mengajak aktivis literasi Prita hw agar bisa memberi materi mengenai teknik jurnalitik secara sederhana dan dalam kondisi yang santai agar mudah ditangkap oleh peserta didik.
Membaca dan menulis sangat berpotensi untuk mengembangkan kapasitas literasi, dan di hari Minggu ini kegiatan J-Permataku adalah pelatihan Jurnalistik dalam Workshop penulisan yang bertema : ‘’Berkreasi dengan Literasi & Membangun Cikal Bakal Perpustakaan Desa”.

Berada dilokasi dekat dengan alam dan bertemu dengan banyak orang para remaja ini dilatih untuk bisa membaca keadaan sekitar dan dikenalkan dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Misalnya akurasi, artinya seusia dengan keadaan fakta lapangan tidak boleh bohong. Juga harus ada keseimbangan selain dari subyek diri sendiri perlu juga mengadakan konfirmasi dengan pihak lainnya jadi tidak hanya searah saja, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kejelasan apa yang akan disampaikan apa yang akan diberitakan.

Mereka terkesan senang sekali mengikuti pelatihan menulis ini, seperti merasakan hal baru belajar seperti ini, selain dapat pengetahuan baru belajarnya pun sambil bermain. Rupanya metode ini dapat merangsang imajinasi dan pikiran mereka untuk menuliskan dalam sebuah kertas tentang apa yang dirasakan dan diamati. Kegiatan belajar jurnalisme dasar, diawali materi kaidah-kaidah jurnalistik dilanjutkan dengan teknik 5W +1H.

Awalnya mereka banyak yang mengalami kesulitan, menentukan ide apa yang akan mereka tuliskan. Para remaja ini mengamati sekitar dan menemukan potensi-potensi yang ada di desanya misalnya kondisi hutan, wisata alam, kopi dan produksi durian. Semakin lancar imajinasi dan pengalaman yang pernah mereka lakukan membuat penulisanpun menjadi lancar, bahwa ternyata mereka adalah warga desa pakis yang punya keinginan maju dan berkembang. Makanya kegiatan ini ingin mereka wujudkan dalam bentuk nyata menjadikannya sebuah buku, yang isinya bunga rampai atas tulisan yang sudah mereka buat.

Lalu bagaimana anak-anak muda J-Permataku Desa Pakis ini membuat buku dari hasil tulisannya, tentu saja kerja mereka akan tetap didampingi oleh fasilitator dan dari Disperpusip mungkin karena untuk pertamakalinya. Bisa jadi untuk selanjutnya mereka akan berupaya secara mandiri. Penyusunan tulisan mereka akan disusun menjadi bentuk buku, sedangkan tema buku ‘’ Aku dan Desaku’’.

Mestinya akan ada konsekuensi untuk mereka, misalnya berbagi tugas mencari bahan bacaan guna menguatkan literasi mengenai kampung durian, keadaan desa pakis mungkin sejarahnya, apa penyebab desa banyak yang kawin muda dan sebagainya. Remaja lainnya menyusun naskah buku sesuai dengan tema dan judul bukunya, lalu dilanjutkan dengan kerja editing naskah dan lay out buku.

Ada juga yang bikin cover buku agar tambah menarik minat pembaca mengetahuai isi bukunya, lalu memasuki proses cetak dan penerbitan buku. Dan dilanjutkan dengan launching buku, agar informasi dan pengetahuan yang ada didalamnya bisa tersebar luaskan, karena menjadi bahan perbincangan. Semangatnya para remaja J-Permataku Desa Pakis karena mereka ingin kerja literasi selama ini menjadi nyata yaitu sebuah buku yang mereka buat sendiri.

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.