Kiprah Gen-Z Dalam Entertainment Seni Tari Tradisional

Read Time:1 Minute, 52 Second

BESUKI.ID – Seni tari tradisional biasanya masih sangat terikat pada berbagai aturan dan pakem yang terkadang masih sangat ketat dan absolut, bahkan biasanya bersifat spiritual dan religius. Beberapa prinsip-prinsip karyanya sering dikaitkan dengan kepercayaan dan legenda sekitar, walaupun biasanya kebudayaan setempatpun akan terpengaruhi oleh budaya luar yang sudah lebih mapan bahkan cenderung gebyar.

Beberapa momentum kebelakang ini seni tradisonal menarik perhatain dari banyak pihak, khususnya ketika kesenian mampu disajikan dengan sidikit sentuhan modernisasi dan mendatangkan devisa bagi daerah, bersanding dalam progam tahunan pariwisata pemerintah. Bersamaan dengan gejola tersebut bermunculan ketertarikan dikalangan mansyarakat untuk meraih jambatan tertentu, menjadi salah top promtor mau pun hanya numpang ngeksis didalam kegiatan seni tradisonal. Sehingga seni tradional banyak dilihat dari luar tanpa mau lebih dalam untuk mempelajarinya, namun beda dengan pumudi yang memiliki tekat besar ini.

“Prestasi saya ini belum ada apa-apanya, jika dibandingkan penari senior. Karena belum paham benar . Kalau toh mau memahami tari tradisional tetep butuh guru yang setia mendampingi proses kreatif”, begitu kata Viya, panggilan akrab Viyanuriyawati penari dari Sanggar Hastarini.

Menurutnya seni tari tradisional ini telah masuk menjadi bagian dari hidupnya, kreatifitas dalam segi koreografi ini yang menjadikan seni tari tradisional mampu update menajalani perkembangan jaman. “Mama Ninin, sebagai guru sekaligus teman berproses selalu memberikan kebebasan dalam berkreasi hal koreo meski dalam hal latihan begitu keras dan disiplinnya, mengenai gerak dan iramanya tentu saja bersinergi dengan musik pengiringnya”, kata Viya sambil senyum-senyum.

Seni tari tradisional bisa juga digarap lebih milenial dan memasukan unsur modern, tetapi tidak dapat dilepaskan dari kearifan budaya lokalnya sendiri. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya seni tari tradisional yang unik dan berbeda dari daerah lain. Ini yang bisa menjadi modal eksis dengan ciri-cirinya.

Meskipun terkadang beberapa daerah dan budaya yang berdekatan juga saling mempengaruhi dan terdapat tradisi yang mirip. Pada akhirnya hukum intertekstual (kemiripan teks antar karya) juga turut membentuk watak budaya setempat. Dengan demikian seni tari tradisional juga erat kaitannya dengan khazanah lokal budayanya. “Kalau di sanggar kita tetap diajari konsep tari pakem sebagai bekal dasar, kemudian tari garapan dan eksperimental modern. Namun kita selalu berusaha menampilkan konsep penyajian yang up to date dan melihat siapa penonton kita”, begitu penegasan Viya yang kini masih aktif menjadi mahasiswa Tekhnik Universitas Jember diakhir perbincangan(iwn/anw).

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan