Musik Kolaborasi “Hadrol” Hadrah, Kendang, Patrol, Memeriahkan Festival HAM Jember 2019

Read Time:2 Minute, 48 Second

Seni hadrol, adalah kolaborasi dari hadrah kendang patrol yang semakin hari semakin bisa menjadi ciri musik perkusi tradisional khas Jember. Cara meramu harmonisasi dalam satu aransemen ternyata mulai diminati oleh anak-anak muda kota ini. Bagaimana alunan suling bersautan dengan pukulan satu set alat patrol yang dipadu dengan tepak pukulan kendang kemudian diselingi rampak terbang alat pukul hadrah menambah ragam musik perkusi di Indonesia.

Hari ini terbukti aransemen Hadrol ini telah memukau ratusan peserta Fstival HAM 2019 yang datang dari berbagai negara dan kota kabupaten se-Indonesia, bahwa seni musik perkusi ini menjadi sangat megah di panggung yang spektakuler. Uniknya patrol yang tampil dalam acara ini kolosal, ada 7 grup musik patrol, dua grup hadrah ditambah dua pemain kendang dan suling. Bisa terdengar sangat harmoni ketika di aransemen sedemikian rupa sehingga menjadi satu performance yang bisa membuat decak kagum para penontonya.

Pemain suling pun tidak kalah menariknya, Andik adalah pemain suling yang otodidak tetapi hari ini kemampuan meniup sulingnya sangat luar biasa karena ternyata bukan hanya irama suling Madura saja, muncul juga irama Sunda bahkan di awal justru memainkan irama Padang. Artinya para muda penggerak musik patrol di Jember ini selalu mengasah ilmunya, selalu berusaha mencari kreasi dan teknis. Jika anak-anak muda penggerak musik patrol selalu mengasah ilmu yang dimilikinya masa depan musik patrol Jember akan berkembang sesuai dengan jamannya.

“Aransemen hadrah kendang patrol pada acara Festival HAM 2019 ini sangat istimewa, selain kolosal juga memadukan dengan musik programer sebagai penguat suasana, salut banget,” kata Iwan, pecinta seni pertunjukan. Selain itu menurutnya, kegiatan yang memadukan beberapa alat musik perkusi ini harus digalakkan dan harus bisa menjadi musik khas Jember. Misalnya patrol, seni musik perkusi hanya menunggu agenda UKM Kesenian Unej yang rutin dilakukan setiap tahunnya pada bulan Ramadan.

“Saya pikir apabila disetiap desa atau kecamatan di Jember ini dihimbau untuk melestarikan dan mengembangkan patrol maka kegiatan latihan, membuat patrol, parade atau festival musik patrol ini dapat menjadi destinasi wisata desa,” tegas Iwan.

Hadrah pun juga begitu, kesenian ini akan hidup dan menghidupi pelakunya bila kita sebagai masyarakat Jember memberikan ruang apresiasi maupun even guna mempererat tali silahturahmi maupun ajang menimba ilmu dari grup-grup penampil lainnya. Seni tradisi terutama seni hadrol bagaikan tanaman akan tumbuh kerdil jika kekurangan air, perawatan dan pupuk sehingga menjadi tugas kita bersama sebagai masyarakat Jember, sinergi antara pemerintah dan masyarakatnya untuk memberikan perhatian demi tumbuh kembangnya hadrol ini.

“Melihat antusiasme masyarakat yang melihat penampilan tadi 20/11/19, kami menjadi bersemangat dan berencana membuat kegiatan rutin pemuda penggerak hadrol di Jember untuk mensosialisasikan hadrol ini keseluruh penjuru kabupaten Jember. Tentu saja akan menggandeng pihak pendukung juga dari pemerintah kabupaten Jember,” kata Ahmad Syafii yang sering disebut bapaknya wong patrol.

Harmonisasi penampilan kolaborasi hadrah kendang patrol kali ini pun tidak lepas dari sentuhan tangan dingin Ahmad Syafii, untuk membentuk aransemen ia memahami karakter masing-masing alat perkusi tersebut sehingga menjadi musik yang enak didengar dan dicerna penonton. Tepuk tangan meriah dari penonton inilah ukuran apresiasi bahwa penonton menyimak dan terhanyut dalam harmonisasi musik kolaborasi ini.

Hadrol sebagai musik kolaborasi ini cukup meriah dan menghibur warga Jember yang hadir menyaksikan di Alun-alun Jember. “Kami berharap dari Hadrol sebagai musik kolaborasi ini akan memberi semangat kepada grup-grup seni tradisi untuk senantiasa kompak menjaga kelestarian dan pengembangannya,” tutur Ahmad Syafii. Sementara menurut warga yang menonton penampilan Hadrol sebagai musik kolaborasi di festival HAM 2019 tersebut mengaku sangat terhibur.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan