Agenda Politik Mojosari Dalam Perspektif Pemuda Tajeck

Read Time:1 Minute, 49 Second

Bangun dan berdiri kawan semua, pemuda harus bangkit dan selalu berada ditengah-tengah masyarakat yang sudah mulai lemah dalam interaksi sosial budayanya. Pemuda sekarang ini harus berani membawa perubahan. Pemuda harus bisa mengobarkan semangat juang untuk menghadapi masa depan Indonesia.

Proses pembelajaran dan interaksi sosial tidak perlu menunggu event-event untuk transfer pengetahuan kepada masyarakat. Pemuda, yang sudah bertambah pengetahuannya, perlu mengamalkan dalam kehidupan bermasyarakat. Peran sebagai agen perubahan dalam pembangunan desa adalah kiprah yang akan bersinergi dengan lingkungan terdekatnya.

“Pentingnya peran pemuda dalam mengamalkan pengetahuan di desa, biasanya terkendala karena dalam perasaan pemuda masih ada rasa sungkan terhadap generasi tua. Padahal potensinya sangat diharapkan masyarakat,” kata Tajeck sebutan akrab Faturosi pemuda desa Mojosari.

Menurut Tajeck, pemuda itu memiliki semangat yang sulit dipadamkan apalagi jika sedang memperjuangkan kepentingan rakyat. Semangat pergerakannya bukan “ngawur” tetapi berbekal dengan pengetahuan dan tindakan nyata. Maka ketika pemuda menginginkan perubahan di lingkungan desanya, bisa diartikan bahwa keadaan situasi dan kondisi sosial politik desa sudah tidak kondusif untuk masyarakat.

Faturosi adalah tampang pemuda desa yang aktif dalam organisasi mahasiswa PMII, sebagai aktivis digembleng untuk peduli persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat utamanya kaum tertindas atau rakyat jelata. Dia meyakini bahwa pemuda sebagai agen perubahan (agent of change). Tak terkecuali dalam sejarah bangsa Indonesia, para pemuda menorehkan hal yang demikian.

Berdirinya organisasi pemuda di masa penjajahan, tercetusnya Sumpah Pemuda 1928, merupakan tonggak eksistensi peran pemuda dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. “Berikan aku 1.000 orang tua akan aku cabut semeru dari akarnya, tapi berikan aku 10 pemuda, niscaya akan ku guncangkan dunia,” begitu kata Soekarno.

Mengenai agenda politik di desanya, jadwal pilkades Desa Mojosari pada 12 September 2019 nanti adalah agenda terdekat yang perlu untuk segera disikapi oleh para pemuda. Dengan adanya Pilkades nanti pemuda juga bisa memberikan suara sebagai dukungan pada cakades yang dinilai bisa mewujudkan aspirasinya. Sekaligus memberikan usul dan saran serta solusi tentang persoalan sosial di lingkungan.

Harapannya dalam pilkades Mojosari kelak akan terjadi perubahan menuju ke arah yang lebih baik terutama bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan mentalitas warga dengan Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Serta melalui ajaran ulama-ulama Islam Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Meskipun tidak meniadakan kepercayaan masyarakat lainnya dan tetap menjunjung tinggi toleransi beragama.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan