Gerakan Cinta Desa dengan Buku Sebagai Buah Karya, Keresahan Berbentuk Opini dan Features

0 0
Read Time:2 Minute, 32 Second

JEMBER – Ternyata Anak Desa Pakis punyai bakat menulis, Aku dan desaku adalah sebuah antologi, merupakan karya dari himpunan catatan anak-anak muda yang tergabung dalam wadah J-Permataku Desa Pakis. Hari ini Minggu 20 November 2022 mereka mengadakan launching dan bedah buku berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) bertempat di J-Bangga Lippo Mall Plaza lantai 3.

Perlu diketahui buku ini hasil kerja keras mereka para anak muda pecinta buku, yang selama hampir sebulan berproses dan berlatih untuk menuangkan ide gagasan serta keresahan yang mereka rasakan. Dalam penguatan literasinya mereka didampingi oleh aktivis TBM dan difasilitasi oleh Disperpusip Kabupaten Jember terutama untuk mewujudkan impian mereka yaitu menerbitkan sebuah buku karya mereka.

“Kami hanya memfasilitasi dan memberi dorongan semangat agar anak-anak muda desa pakis ini mampu mewujudkan impian mereka untuk membuat buku. Kedepan diharapkan dengan penguatan literasi mereka nantinya ada pemahaman bahwa pernikahan usia muda bukanlah jalan keluar yang baik,” kata Bu Yuli sebutan akrab dari Yuliana Harimurti Msi Kadisperpusip Kabupaten Jember, sekaligus menjawab pertanyaan mengapa kolaborasi dengan DP3AKB.

“Dengan menulis, maka secara tidak langsung anak-anak muda ini akan gemar membaca dan mencari referensi. Hal ini bagus untuk penguatan budaya literasinya terutama tentang perlindungan ibu dan anak. Makanya sekarang ini kita berkolaborasi dengan Disperpusip agar nantinya di masa datang anak-anak muda tidak mengambil resiko karena menikah diusia muda,” begitu ungkap staff DP3AKB menambahkan pernyataan Kadisperpusip setelah acara launching buku aku dan desaku.

Dari karya kumpulan tulisan tersebut, Desa Pakis ternyata menyimpan potensi dari anak-anak muda yang mampu menuliskan keresahan mereka dalam bentuk opini dan features.

Salah satu features yang menarik tulisan pemuda 26 tahun yang biasa dipanggil Bagus. Pemuda Gluduk ini merupakan mahasiswa semester 5 UPBJJ Universitas Terbuka Jember ternyata juga mengabdi sebagai guru di sebuah SDN desa pakis. Ia menuliskan kisahnya dalam menjalani hidup dan kehidupan keluarganya, yang tidak berkecukupan tetapi tidak menyerah untuk tetap bersekolah. Kisahnya bisa menggugah rasa karena secara emosi terungkap eksplisit dalam tulisanya, sehingga pembaca bisa saja terhanyut dalam pemikirannya.

Kalau Cylla gadis desa yang beranjak remaja, justru lebih menguatkan imajinasinya tentang desanya terutama tentang adanya bencana alam yang akan terjadi bila kita tidak menjaga dan bisanya hanya merusak lingkungan maka banjir akan datang. Meskipun usianya masih anak-anak tetapi mungkin cerita tentang banjir bandang panti yang melanda desanya pernah ia dengar dari ibunya. Juga ditambah dengan beberapa referensi dan informasi dari buku yang dibacanya bahwa desanya banyak kejutan jika tidak dijaga kelestarian lingkungannya.

Ada lagi tulisan Bibah dari Dusun Kemundungan, meskipun dia sarjana matematika di UIN KHAS ternyata mampu bercerita dengan renyah tentang pengalamannya dengan latar belakang petani kopi. Jika seputar kopi bisa diperdalam lagi mungkin akan menjadi tulisan features tentang keluarga petani kopi yang mengelola kopi untuk menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya bisa menjadi daya tarik pembaca tentang keluarga petani kopi.

Dari banyaknya tulisan dalam buku Aku dan Desaku sebuah antologi, terungkap bahwa para anak-anak muda sungguh mencintai desanya bahkan mengabdikan diri mereka untuk membantu pendidikan anak-anak desa, tidak terdapat pernyataan bahwa mereka ingin meninggalkan desanya ini yang patut diacungi jempol.

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.