Visi Misi Saiful Bahri, Janji Seorang Petani dan Petuah Orangtua

Read Time:2 Minute, 6 Second

Tahapan Pilkades sudah berjalan pada tingkat penyampaian vimis “visi misi” yang nantinya sebagai janji politiknya pada masyarakat, sebagai pemegang daulat. “Sebagai calon kepala desa, saya bukan pemimpin semata, bila masyarakat mempercayai dan memberi amanah kepada saya untuk menjadi kepala desa di Desa Ledokombo ini, saya akan penuhi semua janji kerja,” kata Saiful Bahri.

Cakades yang masih muda dan penuh dengan pengalaman sebagai tim sukses kades-kades sebelumnya ini sekarang terjun sendiri sebagai kandidiat. Katanya karena desakan masyarakat untuk ikut secara langsung dalam membangun Desa Ledokombo.

“Kamis ini 21 Agustus 2019, Desa Ledokombo memasuki tahap penyampaian visi misi, saya mengharap masyarakat jangan sampai ketinggalan untuk datang dan mendengarkan secara langsung. Sudah saatnya masyarakat tahu dan mengetahui apa yang harus dilakukan setelah menjadi kepala desa terpilih,” tukas Saiful Bahri.

Desa Ledokombo mengikuti pilkades serentak 5 September 2019, ada delapan desa yg ikut Pilkades serentak dari sepuluh desa yg ada di Kecamatan Ledokombo.

Saiful Bahri sederhana dalam penampilan dan irit pembicaraannya tapi mantap dalam penyampaian. Kenapa dirinya saat ini terjun sendiri menjadi Cakades di Desa Ledokombo, dengan tegas menyampaikan dirinya ingin merubah Desa Ledokombo, menjadi desa yang lebih maju, agar bisa menyamai desa-desa yang saat ini sudah dibilang maju. Terutama dalam pelayanan, kesejahteraan, pemerataan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat (SDM) sumber daya manusia.

Sambil menyeduh secangkir kopi yang masih hangat reporter besuki.id melanjutkan wawancaranya tentang apa yang sangat mendasar hingga ikut Pilkades? Ini pertanyaan dari reporter besuki.id untuk kesekian kalinya dengan pertanyaan yang sama. Dengan diawali senyum dan gerak tubuh yang santai untuk memulai ceritanya asal muasal tentang pencalonan Saiful Bahri, jawabannya tetap pada jawaban awal, dengan desakan reporter besuki.id akhirnya memberi jawaban yang melegakan.

“Begini, awalnya mendengar banyak keluhan dari warga dan teman-teman tentang desa yang ditempati terutama masalah infrastruktur dan pelayanan. Dengan ini saya mulai berpikir apa seperti saya bisa? Padahal saya hanyalah seorang petani. Dalam perjalanan berpikir saya berunding dengan keluarga, orang tua saya dan anak anak, tentang niat dan tujuan ingin mengabdi pada desa yang ditempati,” papar Saiful Bahri.

“Tanpa mengulas banyak cerita kepada keluarga dan orang tua, karena niatnya untuk mengabdi pada masyarakat dan ingin membangun desa. Semua niat diamini. Itu yang jadi tekat bulat saya karena semua keluarga mendukung niat baik saya yang awalnya hanya desakan dari teman sahabat dan masyarakat,” imbuh Saiful.

“Kabar dari keluarga atas persetujuan untuk mengabdi di Desa Ledokombo saya sampaikan ke teman saudara dan masyarakat. Disambut baik dan langsung kami membentuk rapat-rapat kecil dan akhirnya sampai terbentuk tim yang kompak dan solid sampai saat ini,” tandasnya sambil mengakhiri pembicaraan.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan