Nicholas Nigeria Ngonthel Keliling Pabrik Gula

Read Time:57 Second

Tingginya impor gula Indonesia seolah memperlihatkan bahwa pemerintah kita terlalu pro pada impor dan terkesan mengabaikan produksi gula dalam negeri. Tapi bila kita telisik lebih dalam lagi, ternyata industri gula dalam negeri memang banyak masalahnya.

Seorang ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melihat bahwa pabrik gula dalam negeri minim inovasi dan tidak efisien dalam hal produksi. Akibatnya, terjadi perbedaan harga yang mencolok antara gula impor dengan yang diproduksi pabrik di dalam negeri. Teknis tanam tebu mungkin sudah ada inovasi baik dari teknisi pabrik maupun petaninya, bahkan petani Semboro pada 19 juni 2019 yang lalu, kedatangan tamu seorang peneliti produksi tebu petani.

Nicholas adalah warga negara Nigeria didampingi oleh Dekan Pertanian Universitas Jember untuk berbincang-bincang dengan organisasi petani tebu Semboro tentang teknis produksi tebu di Jember. Petani Tebu Semboro menjamu Nicholas berkeliling jalan-jalan melihat lahan tebu dengan menggunakan sepeda onthel.

Perlu diketahui volume gula yang diimpor Indonesia hingga 4,45 juta ton itu juga melampaui negara besar dan negara tetangga lainnya seperti Malaysia (2,02 juta), Nigeria (1,87 juta ton), Korea Selatan (1,73 juta ton), dan Arab Saudi (1,4 juta ton).

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan