Triple Track Strategy Kemensetneg Sinergi Dengan Prinsip Speed, Innovation dan Social Impact Milik Gojek

Read Time:2 Minute, 1 Second

Teknologi informasi terus berkembang seiring berjalannya waktu. Hal ini menjadi perhatian Presiden Jokowi untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam reformasi birokrasi sesuai visinya yaitu dengan membangun pemerintahan digital, layanan berbasis digital menuju ‘Indonesia Maju’.

Demi mendukung visi tersebut, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengunjungi kantor Gojek yang bertempat di Pasaraya Blok M, Jakarta. Kunjungan bertujuan untuk berbagi pengetahuan tentang Teknologi Informasi (TI) dan dunia digital, utamanya dalam memudahkan kerja dengan mengedepankan efesiensi, transparasi dan akuntabilitas.

Eddy Cahyono Sugiarto sebagai Asisten Deputi Hubungan Masyarakat dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemanfaatan TI di Kantor Gojek telah terbukti membawa manfaat nyata dalam pengembangan start up bisnis dan tumbuhnya UMKM.

“Kami memandang pertemuan Kemensetneg dengan Gojek ini memiliki nilai strategis dalam menggali best practise Gojek dalam pemanfaatan IT, sekaligus sebagai upaya awal menjajaki kolaborasi dengan Gojek, terkait dengan upaya membantu akselerasi implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik demi mendukung visi Presiden,” jelas Eddy.

Salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah transformasi Kemensetneg dalam 5 tahun terakhir lewat beragam inovasi dalam meningkatkan pelayanan publik dengan memanfaatkan TI. Eddy berharap kedepannya Kemensetneg dapat berkolaborasi dengan Gojek, seperti yang sudah dilakukan oleh Gojek dengan kementerian/lembaga lainnya. Sebagaimana diketahui Gojek menjadi perusahaan startup unicorn pertama di Indonesia, yang kini telah menjadi decacorn. Gojek memiliki prinsip speed, innovation, dan social impact. Hal tersebut dijelaskan oleh Panji Ruky selaku Senior Vice President, Public Policy & Government Relations Gojek dalam pemaparan materinya.

Di akhir pemaparan materi, Panji membahas tentang identitas yang menjadi standar Gojek, yaitu berbagai keputusan perusahaan harus memiliki social impact, membangun ekosistem yang berguna bagi karyawan, dan menggunakan teknologi karena teknologi menjawab semua masalah dengan investasi di SDM. Setelah berdiskusi, Eddy menyatakan bahwa spirit Gojek dengan Kemensetneg itu sama. Intinya adalah inovasi dengan digitalisasi dan tentunya impact bagi masyarakat. “Inovasi Kemensetneg dilakukan dengan triple track strategy yakni dengan deregulasi, debirokratisasi dan digitalisasi, dengan gerus mengembangkan SDM dan membangun ekosistem inovasi sehingga transformasi yang dijalan kan memiliki impact-nya ke peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkas Eddy.

Saat diwawancara, Panji Ruky mengaku bahwa ia sangat mengapresiasi inisiatif dan inovasi dari Kemensetneg untuk menggalakkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan karena mengingat betapa penting peran Kemensetneg dalam memimpin reformasi birokrasi, deregulasi, dan debirokratisasi. “Ini sesuai dengan spirit dari Gojek soal melibatkan inovasi dan memberikan social impact bagi masyarakat. Saya pikir Setneg sebagai pengawal dari tata kelola pemerintahan dapat menjadi role model dalam penerapan inovasi dalam pelayanan publik oleh pemerintah. Semoga sukses dan terus berinovasi bagi masyarakat,” tandas Panji.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan