FITRA Gelar FGD Hasil Research Penanganan dan Pencegahan Covid 19 Di Lumajang

Read Time:1 Minute, 57 Second

FITRA menggelar Focus Group Discussion (FGD) penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula DPMD -Lumajang, pada Rabu, 30 Desember 2020.

Kegiatan ini merupakan program kerja Seknas FITRA, dan KOMPAK yang didukung DFAT Australia. Kegiatan dibuka oleh Dadang selaku PLT DPMD Lumajang, yang dilanjutkan dengan sambutan Juru Bicara Satgas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Lumajang, Maryuni. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melihat upaya-upaya pencegahan dan penanganan serta data dampak Covid-19, baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Perwakilan dri DPR yakni (Nur Hidayatai) memyampaikan “kurang maksimalnya,peran pemerintah dalam menaggulangi covid 19.dan pobianya masyarakat dalam pelayanan kesehatan.”

Sebelumnya, Tim FITRA bersama Relawan Desa melakukan riset terkait penanganan dan pencegahan Covid-19 dari sisi kegiatan dan regulasi (anggaran) di enam desa. Desa itu adalah desa wonokerto, pakel, gucialit, pasirian, condro, dan kalibendo.

“Research dilakukan untuk melihat upaya-upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam penanggulangan Covid-19, dalam kurun waktu antara Maret sampai Desember 2020. Riset di laksanakan selama 3 hari, dari 21 Desember sampai 23 Desember 2020.

Catatan dan Rekomendasi dari Fitra yang di dapatkan:
 Sosialisasi berkelanjutan dengan mempertim-
bangkan kearifan lokal
 Konsistensi dalam pencegahan dan penanganan
kasus
 Membuat perencanaan yang partisipatif dengan
mempertimbangkan keterlibatan stakeholder
dalam Musdes Khusus
 Transparansi dalam berbagai sektor (data,
capaian, penggunaan anggaran dan pelaporan)
 Pemanfaatan media sosial baik dalam proses
sosialisasi maupun reporting
 Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan” ujar mas Muis (Fitra Lumajang)

Berdasarkan hasil research Komitmen Pemerintah Desa khusus desa dampingan di enam Desa selama Pandemi COVID-19 dilihat dari regulasi (anggaran) yang dialokasikan melalui APBDes Perubahan. Adapun rincihannya sebagai berikut: 
1. Desa Pasirian, dengan realisasi sebanyak Rp. 392,665,500:
2. Desa Condro, dengan realisasi sebanyak Rp. 234.782.000:
3. Desa kalibendo, dengan realisasi sebanyak Rp. 366.600.000
4. Desa gucialit, dengan realisasi sebanyak Rp 625.500.000
5. Desa wonokerto , dengan realisasi sebanyak Rp 378.000.000
6. Desa Pakel, dengan realisasi sebanyak Rp. 396,268,000

FGD menghasilkan tiga poin rencana kerja tindak lanjut, yakni: 
1. Mendorong pemerintah desa membuat peraturan desa (Perdes) tentang protokol kesehatan COVID-19 
2. Penyuluhan Satgas COVID-19 Kabupaten di tingkat Kelurahan/Desa 
3. Skema Pelayan Publik di Desa.
4. Adanya penguatan kebijakan dari pemerintah yang sudah di tetapkan
5. Adanya pertimbangan terkait anggaran pemerintah untuk pennggulangan Covid 19
6. Menekankan kesadaran masyarakat sebagai upaya terhadap pencegahan covid 19

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan