Yadnya Karo 1941 Saka di Desa Pakel Sukapura

Read Time:1 Minute, 8 Second

Umat Hindu Suku Tengger yang bermukim di Desa Pakel Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo, pada Jum’at (20/9) siang merayakan hari raya Yadnya Karo tahun 1941 saka. Acara ini langsung bertempat di balai Desa Pakel.

Karo sendiri berarti berdua, laki-laki dan perempuan. Kebetulan juga hari raya Karo ini dirayakan pada bulan ke 2 tahun saka Hindu Tengger.
 
Berbagai sesajipun sudah dipersiapkan, mulai dari buah-buahan, kuali dan tanduk kerbau. Sementara itu air kelapa yang ditaruh dalam sendok kayu besar, didoakan terlebih dulu oleh dukun.
 
Dengan diiringi musik gamelan, salah satu warga menari Sodoran dengan membawa tanduk kerbau yang artinya kaum laki-laki yang perkasa sedang mencari jodoh.
 
Kemudian secara bergiliran, warga menari Sodoran berpasang-pasangan dengan membawa tongkat bambu. Tongkat bambu sendiri mengartikan kaum laki-laki akan melawan jika ada yang merusak suatu hubungan antar manusia, khususnya hubungan laki-laki dan perempuan.

Wage sebagai Kepala Desa menerangkan persiapan Karo di Desa Pakel tak begitu rumit, mereka hanya butuh satu minggu.

“Untuk Desa Pakel berbeda dengan desa lainnya, masalah harinya Pakel sendiri adalah di hari Jumat Pon. Karo dirayakan di balai desa, manfaat Karo sendiri untuk selamatan desa dengan harapan desa kita selamat dan masyarakat desa dijauhkan dari bala musibah dan dilancarkan rezekinya,” ujar Wage.

“Dari jam 13:00 WIB acara dimulai dari selamatan umat Hindu dilanjutkan umat Islam, karena perbedaan agama tidak jadi soal buat kami,” tandasnya.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan