Abdul Kadir Ajukan Justice Collaborator, AA Law Firm Optimis Diterima Penyidik Polres Probolinggo

Read Time:1 Minute, 40 Second

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir bin Haeri resmi ditahan pihak kepolisian Polres Probolinggo yang diperkuat melalui surat perintah penahanan No: SP.Han/93/X/2019/Satreskrim atas dugaan penggunaan ijazah palsu. Polisi memutuskan menahan anggota dewan fraksi Partai Gerindra yang baru menjabat belum genap 40 hari tersebut.

Dalam surat penahanan disebutkan tersangka Abdul Kadir diduga keras melakukan tindak pidana menggunakan ijazah paket C nomor register DN-05-PC 0095265 tahun untuk mendaftar sebagai calon legislatif (Caleg) periode tahun 2019-2024 pada bulan Juli 2018 di kantor KPU Kabupaten Probolinggo, yang saat ini sedang proses tingkat penyidikan di kepolisian Resort Probolinggo.

Dalam permohonan Abdul Kadir bahwa dirinya sebagai warga negara yang baik hendak mengajukan Permohonan Justice Collaborator berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, Undang-undang Nomor 31 tahun 2014 (perubahan atas UU Nomor 13 tahun 2006) tentang Perlindungan Saksi dan Korban, Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 04 tahun 2011, Peraturan Bersama Menteri Hukum dan HAM, Jaksa Agung, Kapolri, KPK, dan LPSK tentang Perlindungan Bagi Pelapor, Saksi Pelapor, dan Saksi Pelaku yang bekerja sama.

Adapun alasan dirinya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator adalah untuk dapat membantu aparatur penegak hukum dalam hal ini kepolisian Resort Probolinggo khususnya Tim Penyidik dalam mengungkap yang sebenar-benarnya peristiwa dugaan tindak pidana menggunakan Ijasah yang diduga palsu.

Kuasa hukum tersangka, Asman Afif Ramadhan,SH bersama timnya dari AA Law Firm, saat ditemui di Mapolres Probolinggo membenarkan adanya penahan tersebut. Penahanan kliennya, dilakukan Jumat (4/10).

“Memang benar klien saya ditahan mulai Jumat malam. Dan surat penahanannya sudah dipegang tapi saya berharap, pelaku lainnya juga diusut pihak kepolisian. Karena saya yakin, mereka juga ikut terlibat dalam kasus ini, dan dugaan ijasah Paket C aspal tersebut tentunya ada yang membuat, biar tidak ada Abdul Kadir selanjutnya,” jelas pengacara berparas arab tersebut bersama Hosnan Taufik.

Di sisi lain Hosnan memberi pernyataan terkait pengajuan penangguhan tersebut. “Saya optimis pengajuan penangguhan penahanan dikabulkan penyidik, karena selama ini klien saya sangat kooperatif bahkan semua barang bukti diserahkan kepada penyidik,” jelasnya.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan