Pasutri Diborgol Dihadapan Tiga Bocah, Kades Sumberwaru No Comment

Read Time:2 Minute, 9 Second

Penangkapan tidak prosedural yang sempat diberitakan sebelumnya di media ini berawal pada sore sekitar jam 15.00 WIB di Hari Jum’at. Menurut pengakuan Jup (Pak Via) warga Dusun Sumberwaru RT. 007 RW. 010 Desa Sumberkalong Kecamatan Kalisat dirinya diborgol di hadapan ketiga anaknya oleh petugas dari Polsek Sukowono. “Pak Kades Sumberwaru Sukowono juga ikut masuk dalam penangkapan saya,” jelas Jup saat diwawancarai besuki.id dirumahnya.

Rumah Jup Pak Via dimasuki polisi Fandi, Dimas dan Feri. Pak Kades Sumberwaru juga ikut masuk. “Pak Kades dan Pak Dimas polisi masuk kamar-kamar rumah saya untuk mencari barang bukti,” terang Jup. Sedangkan pas dibawa ke Mapolsek Sukowono Pak Fandi polisi berboncengan dengan Holyimah, yang ambil gadai hape.

Jup kelahiran 1 Agustus 1988 terkejut mengapa Kepala Desa Sumberwaru ikut penangkapan di Desa Sumberkalong. “Tidak ada pemberitahuan ke perangkat Desa Sumberkalong, saya sudah tanya ke Ketua RT, Ketua RT merasa didholimi karena tanpa permisi menangkap warga,” tukasnya.

Mertua Jup, Nenek Nuryati, ikut sedih dengan kejadian ini. Perempuan tua sebagai orang tua disana kecewa dengan cara kerja petugas. “Anak saya itu kerja kuli, kerja buruh tani, bukan maling,” tegasnya. Keluarga besarnya di Dusun Sumberwaru Desa Sumberkalong merasa dirugikan dengan kejadian ini.

Penangkapan tanpa prosedural ini terjadi di hadapan Siti Maufiroh (12), Muhammad Dafa Ferdiansah (10) dan Siti Lutfiah (4). Mereka bertiga menjadi saksi atas pemborgolan kedua orang tuanya yang dilakukan oleh petugas kepolisian dari Sektor Sukowono Resort Jember.

Dafa, nama panggilan Muhammad Dafa Ferdiansah, mengetahui kejadian penangkapan dan pemborgolan atas kedua orangtuanya langsung berlari ke rumah paman, Haji Haris. Bocah kelas 3 SDN Sumberwaru 2, bilang kepada Sang Paman, “Abah, Ayah diginikan sama polisi,” sambil menyilangkan kedua tangannya tepat di pergelangan.

Haji Haris, warga Dusun Krajan Desa Sumberwaru mengaku kaget dan terkejut. “Yang ada di benak saya adalah orangtua, orangtua saya dan Wahyuni (istri Jup-red) sudah sakit-sakitan, kalau sampai ada apa-apa dengan orangtua kami maka siapa yang berani bertanggung jawab,” katanya.

“Saya juga heran mengapa Kepala Desa Sumberwaru harus ikut masuk ke rumah Jup, ikut masuk ke kamar-kamar, bahkan tidak pamit ke perangkat desa setempat,” keluh Haji Haris atau yang akrab disapa Haji Faris.

Haji Haris juga bercerita bahwa Kades Sumberwaru yang sebelumnya memang tegas dan mampu mengungkap beragam aksi kejahatan desa. Nah, untuk Kades yang sekarang ini kok malah salah sasaran. “Belum A Satu kok sudah main tangkap dan main borgol, jangan asal menuduh keluarga saya Pak Kades, saya tidak terima,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sumberwaru, Wahyu Adi Sutrisnoputro, yang dihubungi lewat seluler mengatakan tidak mau berkomentar. “Saya no comment Mas, silahkan tanya ke Polsek,” ketusnya sambil menutup sambungan telepon besuki.id

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan