Bangkalan, Bojonegoro dan Pacitan, “Zona Merah” Baru di Jawa Timur

Read Time:2 Minute, 0 Second

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta pada semua masyarakat untuk semakin melipatgandakan kewaspadaan dan jangan panik dalam menghadapi wabah virus corona (covid-19). Hal ini seiring dengan bertambahnya tiga daerah yang menjadi zona merah di Jatim yaitu Bojonegoro, Pacitan dan Bangkalan hingga Kamis (9/4).

“Posisi-posisi seperti menjadikan kita semua sudah harus semakin waspada dan jangan panik. Karena sesungguhnya kewaspadaan kita menjadikan kita semakin hati-hati bukan malah menjadikan panik, bukan seperti itu,” kata Khofifah saat konferensi press di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/4) malam.

Dari data yang disampaikan, ada penambahan 27 kasus positif di Jatim, sehingga jumlah kasus yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona atau covid-19 menjadi 223 kasus, dari jumlah tersebut yang masih dalam perawatan ada 149 orang.

“Hari ini kita melihat ada tambahan yang positif 1 di Kota Batu, 2 di Kabupaten Lumajang, tambah 3 di Kabupaten Gresik, tambahan 1 di Kabupaten Bangkalan, kemudian 1 di Kabupaten Nganjuk, tambahan 2 di Kabupaten Tulungagung, dua lagi di Kabupaten Sidoarjo, 1 di Kabupaten Jombang, 2 di Kabupaten Ponorogo, ada 1 di Kota Kediri, kemudian tambahan 9 di Kota Surabaya, ada 1 di Kabupaten Pacitan, dan 1 di Kabupaten Bojonegoro,” kata Khofifah.

Dari data diatas, maka yang pada awalnya daerah yang masuk pada daerah terjangkit ada 25 kabupaten dan kota, maka hari area terjangkit sudah tambah lagi Pacitan, Bojonegoro dan Bangkalan. Untuk itu, Gubernur meminta pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan berlipat ganda.

“Teman-teman semua, kami semua, punya tugas yang sama untuk tetap mengajak masyarakat tinggal di rumah, hanya keluar rumah untuk kepentingan yang urgen, untuk logistik, untuk kesehatan atau kaitan dengan perekonomian dan perdagangan. Pastikan ketika keluar rumah menggunakan masker dan masker dari kain yang bisa dicuci dan dipakai kembali,” tegasnya.

Gubernur Khofifah juga menyatakan rasa bersyukurnya sebab jumlah kesembuhan dari yang positif kemudian terkonversi negatif tercatat 25,56 %. Jumlah tersebut merupakan prosentasi tertinggi selama ini. Gubernur mengatakan bahwa untuk hari ini ada tambahan 11 orang yang sembuh sehingga total menjadi 57 orang dari sebelumnya 46 orang.

“Hari ini kembali kita tidak berhenti bersyukur bahwa seluruh tenaga kesehatan di Provisi Jatim telah memberikan dedikasi yang luar biasa, sehingga angka kesembuhan positif terkonversi negatif atau sembuh per hari ini tercatat 25,56% dari update kita setiap sore. Ini adalah prosentasi tertinggi dan mudah-mudahan dari hari ke hari makin banyak pasien yang terkonfirmasi positif dapat dilayani dengan baik dan akhirnya sembuh,” tandasnya. – hms

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan