Deklarasi Faskes NU, Bentuk Kepedulian pada Umat

Read Time:1 Minute, 47 Second

Sekitar pukul 08.45 WIB. rombongan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ (PWNU) Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar, tiba di pendopo Pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kedatangannya disambut langsung oleh KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, bersama beberapa Pengurus Pesantren. Kemudian, rombongan itu di persilahkan untuk melakukan ramah-tamah di kediaman Pengasuh.

Pada pukul 09.50 WIB. KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, KH. Marzuki Mustamar beserta rombongan PWNU se-Jawa Timur, beranjak untuk meninjau langsung pengobatan gratis yang di tempatkan di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo. Dalam momen tersebut, mereka sempat melakukan dialog dengan para pasien dan menanyakan beberapa hal yang terkait perihal pelayanan kesehatan, serta juga bertanya pada beberapa petugas.

Sepuluh menit berselang rombongan itu menuju Auditorium Putra untuk menghadiri pelaksanaan Deklarasi Fasilitas Kesehatan Nahdlatu Ulama’ (FASKES NU) Jawa Timur. Kegiatan tersebut dibuka dengan pembacaan surat Al-Fatihah oleh seluruh peserta Deklarasi FASKES NU. kemudian KHR. Ach Azaim Ibrahimy menyampaikan sambutan bahwa, “Langkah ini harus terus berkelanjutan. pengawalan, konsultasi, pembinaan dan bantuan ataupun segala hal yang tekait dengan keadministrasian, hukum dan selainnya,” tuturnya.

Dalam momen tersebut lagu Indonesia Raya, Subhanul Wathon, Mars Hari Santri dan Mars NU juga menggema di sela-sela acara tersebut. Deklarasi FASKES NU yang merupakan bagian dari program ketua PWNU Jawa Timur itu, di hadiri oleh pengurus cabang NU se-Jawa Timur, Syuriah, Tanfidiyah, Lembaga Wakaf, Lembaga Kesehatan, Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama’ (LAZIZNU), Muslimat dan Fatayat NU.

Sebelum penandatanganan Deklarasi FASKES NU oleh pengurus pusat PWNU Jawa Timur dan Pengurus Cabang, KH. Marzuki Mustamar menyampaikan ceramahnya bahwa “FASKES, semisal Poli Klinik di lingkungan NU, harus didirikan dengan niat untuk menuju Husnul Khatimah,” tuturnya.

Deklarasi Fasilitas Kesehatan Nahdlatul Ulama’ Jawa Timur itu menghasilkan lima poin penting yang nantinya akan menjadi pedoman dalam perencanaan, pengembangan dan pendirian FASKES NU kedepan. Di penghujung acara, di tutup dengan pembacaan do’a oleh KH. Afifudin Muhajir, selaku Wakil Pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah bidang Ilmiah.

“Alasan deklarasi FASKES NU di tempatkan di pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah ini, karena sejarah kembalinya Khittoh NU, berawal dari ponpes Salafiyah Syafi’iyah pada zamannya KHR. As’ad Syamsul Arifin,” ungkap Dr. Izzudin selaku Kepala Bidang Pengembangan Fasilitas Kesehatan (LK PWNU) Jawa Timur.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan