Kasus Ketua LSM AMPUH Sumberjambe Jadi Atensi Tim Kuasa Hukum Jatim

Read Time:1 Minute, 6 Second

Suradi, Ketua LSM AMPUH Kecamatan Sumberjambe, kecewa terhadap Polsek Sumberjambe yang sudah menerapkan pasal 170 subsider 351 kepada dirinya. Seharusnya, katanya, pasal tersebut diterapkan pada pihak lawan.

Kejadian ini bermula dari uang arisan yang diminta sebelum waktunya. Uang sejumlah Rp. 500 ribu diminta secara pribadi padahal uang tersebut harus masuk mekanisme arisan bulanan yang berakhir pada bulan ke-21.

“Saya sampai dibilang sebagai tukang tipu. Padahal arisan tersebut belum sampai pada waktunya. Saya sampai didatangi kerumah, mereka sampai marah-marah, bentak-bentak, bikin kegaduhan dirumah, sampai melakukan kekerasan fisik,” ungkap Suradi saat ditemui besuki.id dirumahnya.

Suradi dan istri langsung melapor ke Polsek Sumberjambe atas kejadian yang menimpa keluarganya. Suradi minta STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) tapi tidak diberi dengan alasan harus minta ke Kanit Reskrim.

Ali Safit Tarmizi,SH,MH dan Eka Juangga Widhiarto,SH dari tim kuasa hukum LSM AMPUH Jawa Timur mengatakan bahwa seharusnya STTLP adalah hak dari pelapor. “Seharusnya pelapor yang meminta STTLP harus diberi. Kami tidak terima, karena secara prosedur (STTLP-red) harus diberikan kepada pelapor,” tegas Ali Safit.

“Kami menghimbau kepada penyidik untuk jeli dalam menangani kasus tersebut. Khususnya dalam penerapan pasal. Sehingga hak-hak warga negara dimuka hukum dapat terjamin. Tidak hanya dalam perkara ini saja. Jangan sampai seorang pelapor menjadi seorang terlapor,” ujar Eka Juangga menambah komentar partnernya, Ali Safit.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan