Sebar Hoax Penculikan Anak, RDA Mengaku Khilaf dan Minta Maaf

Read Time:2 Minute, 3 Second

Ini peringatan bagi kita semua agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya. Perbuatan menyebarkan konten berita palsu tidak dapat dianggap sepele karena bisa berdampak luas, sampai membuat orang lain resah dan ketakutan.

Seperti dilakukan RDA (29) warga Perum Arjasa Asri 2 Blok B No. 13 Dusun Tegal Bago Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Jember, karena dianggap tidak berhati-hati dan meresahkan warga, dia terpaksa harus berurusan dengan Aparat Kepolisian Sektor Arjasa Polres Jember.

RDA dianggap menyebarkan berita bohong (Hoax) dengan mengunggah konten yang bermuatan informasi adanya peristiwa yang diduga penculikan anak di Wilayah Kecamatan Arjasa lewat jejaring social media grup publik Facebook Info Warga Jember (IWJ).

“Kejadiannya pada hari Minggu siang kemarin di komplek Perumahan Arjasa Asri Dusun Tegalbago Desa Arjasa, kami menerima laporan ada seorang Ibu yang mengalami gangguan mental sedang memakai seragam SMA seperti kebingungan saat ditanya warga,” ujar Kapolsek Arjasa AKP.Eko Basuki.TA,SH saat menemui awak media di Balai Desa Arjasa Kecamatan Arjasa, Jember.

“Pada saat diamankan petugas Polsek Arjasa difoto oleh warga dan di posting ke grup whatsapp Warga Asri 2 tanpa ada keterangan. Ketika itu, Saudara RDA sedang tidur dibangunkan Istrinya dan menunjukkan berita di grup WA tersebut. Setelah itu RDA langsung memposting di grup publik facebook IWJ dengan konten yang berisikan tulisan “Diduga penculikan anak di daerah Perum Arjasa Asri 1, Hati-hati lur….”, terang Kapolsek.

Akhirnya, berita hoax tersebut ramai jadi perbincangan di linimasa grup publik facebook yang diikuti ratusan ribu netizen pengguna social media. Karena berita ini meresahkan warga, sehingga Jajaran Polsek Arjasa merespon cepat untuk menindak lanjutinya. Untuk menemukan pemilik akun petugas tak kesulitan, selang beberapa jam petugas unit Reskrim Polsek Arjasa menemukan alamat RDA.

Kapolsek Arjasa berpesan kepada warga agar jangan mudah menyebarkan atau mengunggah berita di medsos yang tidak jelas asal-usulnya. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terbukti kebenarannya.

“Jika ditemukan keberadaan orang asing yang beraktifitas mencurigakan maka segera lapor ke kepolisian terdekat, Jangan main hakim sendiri apalagi lapor ke Medsos yang justru dapat memicu keresahan dan kepanikan warga lainnya. Tetap waspada itu harus, jangan panik dan berlebihan, tapi kalau piknik oke dah,” tandasnya.

Sementara itu, saat didampingi unsur Muspika Kecamatan Arjasa bersama tokoh masyarakat setempat, RDA (29 ) memberikan pernyataan terbuka dihadapan awak media. Ia mengaku khilaf dan kurang hati -hati.

“Saya atas nama pribadi meminta maaf. Ini menjadi pelajaran atau edukasi bagi masyarakat jangan mudah menyebarkan berita yang belum diketahui jelas kebenarannya,” ungkapnya dengan nada menyesal.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan