Petanque, dari Jules Boule Lenoir Sampai Arumi Bachsin Dardak

Read Time:2 Minute, 28 Second

Petanque (diucapkan [pe.tɑ̃ːk] dalam bahasa Prancis atau pay/tah~k atau petong) awalnya merupakan permainan tradisional asal negara Prancis yang merupakan pengembangan dari permainan jaman Yunani Kuno sekira abad ke-6 SM, versi modern dari permainan petanque diperkenalkan oleh Jules Boule Lenoir pada tahun 1907 di kota La Ciotat, di Provence, di selatan Prancis.

Kata Petan berasal dari kata Les Ped Tanco atau Petanca berdasar dialek Provençal dari bahasa Occitan yang berarti kaki rapat, salah satu teknik dasar bermain petanque adalah kaki yang rapat tidak mengangkat kaki yang menapak ke tanah.

Agar bisa dikembangkan sebagai cabang olahraga prestasi permainan tradisional ini distandarkan dan dibuat aturan baku yang berlaku universal, dengan induk olahraga petanque internasional bernama Fédération Internationale de Pétanque et Jeu Provençal (FIPJP) yang didirikan di Marseille, Prancis pada tahun 1958.

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan bersama olahraga Petanque di Unesa Surabaya, Rabu (11/12).

Ketua Pengprov Perwosi Jatim, Arumi Bachsin E Dardak, dalam sambutannya mengatakan Petanque merupakan suatu bentuk permainan olahraga yang tujuannya bukan sekedar melempar bola besi sedekat mungkin dengan bola kayu yang disebut cochonet, tetapi yang lebih penting di olahraga petanque mengandung nilai-nilai sportivitas, konsentrasi, kekompakan dan nilai-nilai yang positif.

Tujuan diadakan Pelatihan Petanque di antaranya menjalin komunikasi yang lebih erat antar pengurus Perwosi se Jatim, membangun jejaring antar lembaga untuk pengembangan olahraga petanque di Jatim, mengasah skill para pengurus terkait olahraga petanque dan menumbuh suburkan minat masyarakat luar terkait olahraga petanque.

Menurut Arumi, dengan pelatihan bersama diharapkan para pengurus Perwosi dari berbagai daerah untuk mensosialisasikan mengenalkan olahraga petanque di daerah masing-masing dengan harapan jatim akan menjadi barometer perkembangan olahraga petanque secara nasional sehingga akan tumbuh bibit unggul atlet petanque berprestasi di kancah nasional dan internasional.

“Ke depan marilah kita singsingkan lengan kepalkan tangan dan bangkit untuk Jatim, untuk Indonesia dan untuk tanah air, melalui sector organisasi ini agar menjadi lebih baik, lebih bersahaja dan semua itu tak kalah pentingnya adala semua nilai ibadah dan selaku Ketua mengimbau kepada semua pengurus agar lebih mantabs dan lebih kooperatif di hari kedepan,” tuturnya.

Rektor Unesa yang diwakili Wakil Rektor, Agus, mengaku senang dengan diselenggarakan kerjasama Perwosi Jatim dengan Unesa dalam pelatihan petanque yang berlangsung di Unesa yang secara kebetulan Rektor Unesa sebagai Ketum Pengprov FOPI Jatim.

“Kami sangat senang dengan kerjasama ini, kepedulian Perwosi terhadap olahraga Petanque, mudah-mudahan dengan pelatihan ini ke depan akan melahirkan atlet-atlet petanque handal bagi Jatim yang lahir dari Perwosi Jatim, prestasi petanque di Pra PON XX lalu berhasil meraih 3 medali emas, prestasi yang sangat bagus, dan Ketua pengprov FOPI kedepan bisa di selenggarakan kejuaraan antar Perwosi se Jatim dan Unesa siap mendukung,” ujar Agus.

Sementara Ketua Panitia Pelatihan, Endah Purnomowati Nurhasan, mengatakan pelatihan Petanque diikuti seluruh Perwosi Kabupaten- Kota se Jatim, masing-masing kabupaten-kota Perwosi se Jatim di wakili pengurus. Selain itu anggaran pelatihan ini dari pemerintah provinsi, sedangkan Unesa menyediakan sarana-prasarana untuk kegiatan selama pelatihan pentanque.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan