Konfercab PC PMII Jember, Proses Kaderisasi atau syarat Kepentingan?

Read Time:1 Minute, 53 Second

Agenda Insidental yang diadakan PC PMII jember hari ini riuh rendah oleh lontaran dan tubrukan argumen serta gagasan yang muncul dari setiap lembaga dengan diwakili kader-kader terbaiknya. Momen yang dianggap sakral karena akan menentukan laju kaderasasi PMII jember pada hari ini terangkum pada agenda insidental Konferensi Cabang (KONFERCAB).

Banyak kader yang masuk dalam naungan kelembagaan PMII ikut berpartisipasi meramaikan agenda ini karena KONFERCAB dipandang sebagai wadah yang ideal untuk berprosesnya kader yang saat ini duduk dalam struktural kepengurusan lembaga naungan PC PMII Jember, proses tranformasi intelektualitas mengambil peran penting dalam agenda ini, dilain sisi mempertahankan kultur juga mengambil tempatnya sendiri.

Sama dengan tahun-tahun yang lalu, idealitas proses yang diperjuangkan ternyata masih kalah dengan kultur yang selama ini megakar di PMII, harapan-harapan tentang proses yang murni dilakukan oleh kader tersandra dalam alam kandung pikiran dimana banyak pihak menjadikan kekuasaan sebagai kekuatan yang dapat menyeruak bahkan membelah konsepsi yang dipilih ataupun terpilih.

Banyak hal yang tabu berkeliaran tak menentu, seperti peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan “Menteng 31” terhadap Soekarno dan Hatta untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.
Dalam hal ini prosesi itu sama terjadinya dalam KONFERCAB saat ini, namun kemudian yang membedakan adalah perseteruan golongan tua dan muda sama sekali tidak representatif, ingin memutusnya pengaruh menimbulkan perebutan yang berpenghujung pada timbulnya pengaruh baru, entah disadari atau tidaknya keikut sertaan setiap golongan yang telah pernah berproses dalam PMII memberikan penampakan post sindrome dan secara tidak sadar merambat untuk merusak prosesi yang di kultuskan sebagai agenda kaderasi.

Fikiran ingin menggantikan golongan tua sebagai orang yang berkuasa dewasa ini malah berubah wujud dan hanya mengganti golongan tua tersebut menjadi golongan tua yang lain. Idealisme yang dipegang seolah –oleh terjual hanya karena satu momen ini, tetapi hal ini menjadi sebuah pembuktian yang pantas jika di komparasikan dengan idealisme kecil untuk sekedar organisasi.

Semua itu tidak bisa di nafikkan keberadaannya seperti mawar yang tumbuh dengan duri, keniscayaan hanya akan jadi angan yang selamanya tertanam, jauh terkubur membawa turut semua hal yang harusnya terjadi.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Satu tanggapan untuk “Konfercab PC PMII Jember, Proses Kaderisasi atau syarat Kepentingan?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: