Pahlawan Tembakau Bernama Abdus Setiawan

Read Time:2 Minute, 9 Second

Untung masih ada file berita dari www.majalah-gempur.com berhari Jum’at bertanggal 1 Oktober 2010 berjudul “RIBUAN PETANI TEMBAKAU DAN CENGKEH SE-JATIM, Desak Pemerintah, agar Tidak Meratifikasi FCTC Dari WHO.” Cak Khoerush, Sang Pimred, menulis “RIBUAN” ya karena memang lebih dari seribu orang, pastinya kurang lebih 1.400 peserta tumplek blek di Tugu Pahlawan Surabaya. Siapa yang bertanggung jawab atas perijinan kegiatan ini di Polda Jatim dan Polwiltabes Surabaya? Saya, Rick Tumanggor. Siapa yang menyuruh saya? Almarhum Pakdhe Abdus Setiawan.

Berangkat bertiga dari Jember pada malam itu Saya, Pakdhe Abdus dan Mas Seno Riban. Naik Toyota Innova bermesin diesel warna hitam metalik keluaran terbaru. Letak lubang AC yang privasi, satu-satu, diatas masing-masing kursi jadi kesan pertama naik mobil ini. Mampir di warung makan Jalan Cokroaminoto, barat Pasar Tanjung, kemudian joss Surabaya. Saya diajak karena dianggap sudah sering berhadapan dengan Intel Polda dan Polwiltabes terkait intensitas kegiatan demonstrasi maupun pelaporan kasus korupsi jaman kepemimpinan Bupati MZA Djalal.

“Hebat kamu Cong,” kata Pakdhe Abdus kepada saya karena merasa dimudahkan untuk masuk pintu gerbang Mapolda Jatim. Gimana gak mudah, wong yang jaga pintu sudah familiar sama wajah saya, hahaha, wajah tukang demo, kwkwkw.

Kasur empuk Hotel Santika Pandegiling memang bukan buat saya. Yunior harus mengalah melantai di bawah agar dua orang seniornya bisa lelap dalam tidur dibuai pegas empuk dan bulu angsa. Pagi benar Pakdhe Abdus bangun. “Aku sik mau live Mata Najwa yo Mas Sen, kamu Rick sarapan dulu sambil nunggu rombongan teman-teman petani tembakau ngumpul di Tugu Pahlawan,” katanya.

Unjuk rasa bertajuk Gelar Seni Budaya untuk merayakan Hari Petani Tembakau Asia hari itu berjalan sukses. Kesenian dari beragam wilayah se-Jawa Timur ditampilkan. Ribuan peserta berjalan kaki dari Tugu Pahlawan sampai Kantor Gubernur Jatim. Semua pihak dilibatkan, ada AMTI (Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia), APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia), APCI (Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia), KUTJ (Komisi Urusan Tembakau Jember. Yang diakhir event ini Pakdhe Abdus menyerahkan sebuah Petisi kepada Gubernur Soekarwo melalui Kepala Dinas Perkebunan Jatim.

Kegiatan ini hanya satu dari banyak kegiatan Pakdhe Abdus yang saya ikuti. Musda APTI Jawa Tengah di Magelang saya ikut bersama Mas Sahran APTI Situbondo dan Mas Yanto Gluduk APTI Banyuwangi. Rekam jejak Almarhum Pakdhe Abdus Setiawan dalam memperjuangkan petani tembakau kini hanya tinggal kenangan. Klik saja di google, ada ribuan link berita tentang sepak terjang beliau. Anak Desa Kamal yang sempat keliling dunia mengikuti beragam forum kajian ilmiah tentang tembakau. Saya rasa tidak berlebihan bila foto beliau akan dipajang di Museum Tembakau Jember sebagai pahlawan. Terimakasih Pakdhe atas semuanya, juga atas hadiah hape baru sepulang unjuk rasa itu. We Love You.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan