Berawal Dari Pohon Asoka, 3 Aktivis PMII Unej Temukan Peninggalan Majapahit

Read Time:1 Minute, 51 Second

BESUKI.ID – Rasa penasaran tiga aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Jember, akan hubungan nama desa Sukoreno dan Pohon Asoka didesa tersebut nampaknya telah terbayar tuntas.

Pasalnya dari sebuah rasa penasaran tersebut ketiga aktivis ini justru mampu mengurai peninggalan sejarah dan melacak sisa-sisa perdaban kerajaan majapahit didesa Sukoreno.

Berawal study lapang atas keikut sertaan dalam penelitian Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Sosial Humaniora, ketiga aktivis menemukan bata merah yang tersebar di rumah warga, Arca dengan kepala terpenggal serta pohon Asoka, yang semakin membuat meraka tambah penasaran.

Masing-masing Ainur Rohimah, Joni Wibowo dan Ricky Yulius akhirnya bersepakatat mengangkat sebuah tema penelitian berjudul “Penulursuran Situs Sukoreno Kabupaten Jember Sebagai Upaya Konservasi Aset Budaya Nasional,” dengan metode tradis lisan ketiga aktivis ini mulai melakukan penelitaannya terhadap tiga temuan tersebut.

“Ketiga temuan itu kami teliti dengan metode folklore, (tradisi lisan) untuk mencari tahu tentang bata abang sekaligus keterkaitannya dengan 2 temuan lainnya. Kami mewawancarai warga sekitar dan tokoh masyarakat disana,” ujar Ainur Rohimah.

Dengan menggandeng sejumlah praktisi dan ahli sejarah, perkembangan penelitiannya pada bata merah, nama desa Sukoreno yang diduga ada kaitannya dengan pohon Asoka serta Arca dengan kepala terpenggal yang diduga masyarakat sekitar merupakan peninggalan Majapahit.

“Dari pengakuan warga, kami lakukan observasi lebih lanjut secara fisiologis dari bata merah di Candi Deres, tenyata panjang dan ketebalannya sama, dengan bata merah yang ada di Situs Sukoreno. Kemudian kami mengunjungi seorang praktisi sejarah untuk memvalidasi, dalam buku-buku beliau banyak tertulis memang itu (bata merah) memang merupakan peninggalan Majalahit” ujar Ainur Rohimah yang tak lain ketua kelompok.

Sedangkan terkait temuan Arca dengan kepala terpenggal, Ainur Rohimah beserta tiga temanya mengunakan metode mengunjungi Balai Pelestarian Cagar Budaya di Mojokerto, mereka menjumpai Arca yang memiliki kesamaan fisiologis dengan Arca di situs Sukoreno, namun kepala Arca di situs Sukoreno yang terpenggal membuatnya harus melakukan penelitian yang lebih lanjut dan mendalam.

Untuk menyelamatkan cagar budaya tersebut ketiga aktivis ini tengah membuat buku saku tentang situs Sukoreno agar masyarkat membacanya, serta upaya penyalamtan tindak lanjut seperti penyusunanaskah akademik untuk diserahkan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Selain itu atas karya tersebut ketiga mahasiswa bersama UNEJ berhasil menerbitkan buku setebal 60 halaman mengenai sukerno perdaban majpahit yang hilang.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan