Berkenalan Dengan Batu Dolmen Sejak Sekolah Dasar

Read Time:1 Minute, 8 Second

Masyarakat Desa Wonosuko Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso, masih banyak yang belum menyadari pentingnya menjaga dan melindungi cagar budaya situs peninggalan jaman megalitikum yang ada di desanya. Melihat hal itu, mahasiswa KKN 83 Universitas Jember berupaya memberikan edukasi sambil bermain di tiga sekolah yakni, SDN Wonosuko 1 , SDN Wonosuko 2 dan SDN Wonosuko 3, sekolah dasar yang terletak di Desa Wonosuko Kecamatan Tamanan.

Edukasi ini bertujuan sebagai pengenalan situs dari cagar budaya tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap cagar budaya, selain itu penting juga mengajak murid- murid tersebut berpartisipasi secara aktif melindungi situs peninggalan jaman megalitikum tersebut antara lain, Batu Kenong dan Batu Dolmen yang terletak di Desa Wonosuko.

Acara insiatif dari mahasiswa ini mendapat respon positif dari Kepala Sekolah, guru maupun murid-murid. “Saya merasa bahwa pengenalan ini sangat penting, dikarenakan situs-situs tersebut terletak di Desa Wonosuko. Namun, murid- murid SD tersebut belum banyak mengetahui mengenai situs batu kenong dan dolmen yang disekitar rumahnya,” ucap Misbahul Ilham selaku Koordinator Desa KKN 83 Universitas Jember.

Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa sesi yang diisi melalui pengenalan jenis- jenis batu megalitikum secara umum sekaligus pengenalan situs yang terdapat di desa Wonosuko. “Saya mendukung kegiatan ini, karena dengan mengenali peninggalan prasejarah yang ada di sini murid-murid secara tidak langsung akan belajar kekayaan bangsa Indonesia dari keragaman budayanya,” kata Redi yang dikenal sebagai aktivis gerakan pendidikan kebangsaan Peace Leader Jember.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan