Kebebasan Pers, Prasyarat Pemilu Demokratis

Read Time:2 Minute, 48 Second

Para jurnalis di Asia Tenggara saat ini menghadapi tantangan signifikan dalam meliput dan melaporkan berita tentang pemilihan umum. Mulai dari ketertutupan akses data pemilu, intimidasi aparat negara, hingga tekanan yang dilakukan oleh kelompok pendukung kandidat atau pun partai politik yang tengah bertarung.

Kondisi ini menjadi keprihatinan banyak pihak, mengingat kebebasan dan independensi pers adalah prasyarat yang diperlukan dalam penyelenggaraan pemilu maupun tata pemerintahan yang adil dan demokratis.

“Jurnalisme dan pemilu adalah instrumen paling penting dalam demokrasi. Sehingga jurnalis yang meliput pemilu harus diberi kebebasan dan perlindungan agar bisa bekerja dengan baik menghasilkan laporan-laporan jurnalistik yang berkualitas,” ungkap Direktur Eksekutif Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) Eni Mulia dalam Konferensi Regional “Peran Jurnalisme Dalam Menyokong Pemilu Demokratis” di Jakarta, Selasa 26 November 2019.

Konferensi ini sendiri diselenggarakan oleh RESPECT, sebuah program regional yang didukung oleh USAID-Washington DC, dimana PPMN dan Perludem menjadi inisiatornya.

“Peran media yang aktif dan profesional menjadi bagian signifikan dalam mengembangkan demokrasi dan mempromosikan tujuan pemilu yang partisipasif, inklusif, dan akuntabel,” ungkap CoP RESPECT, Theresia Joice Damayanti.

Konferensi ini diselenggarakan dalam bentuk seminar dan miniworkshop. Hadir sebagai pembicara dalam seminar adalah Prof Cherian George dari Hong Kong Baptist University, jurnalis senior Thailand peraih penghargaan International Press Freedom Award 2017 Pravit Rojanaphruk, jurnalis senior Malou Mangahas dari Phillippine Center for Investigative Journalism (PCIJ), dan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Pambudy. Sementara Professor Topo Santosa dari Universitas
Indonesia yang juga anggota dewan pembina Perludem, memaparkan analisa terkait situasi pemilu di kawasan Asia Tenggara.

“Ini pertama kali para jurnalis di Asian Tenggara bertemu dalam satu forum guna mendiskusikan tantangan dan peluang terkini guna menghasilkan laporan pemilu yang independen,” kata Joice.

Eni Mulia menekankan forum semacam ini perlu terjadi agar para jurnalis di kawasan Asia Tenggara dapat saling belajar dan berbagi pengalaman terkait tantangan dan problema yang mereka hadapi.

Dalam konferensi regional ini juga diumumkan para pemenang ExcEl Awards 2019, sebuah penghargaan untuk para jurnalis yang diselenggarakan oleh RESPECT. Penghargaan ini diberikan kepada karya jurnalistik terbaik terkait pemilu oleh para jurnalis di Asia Tenggara.

Panitia menerima lebih dari 100 karya jurnalistik yang dibuat oleh para jurnalis dari Indonesia, Myanmar, Malaysia, dan Filipina. Karyakarya tersebut berkompetisi untuk memenangkan penghargaan pada kategori breaking news, feature/indepth story, investigation, dan commentary.

Dewan juri yang terlibat dalam penilaian karya-karya ini berasal dari lima negara, yakni Bambang Harymurti (jurnalis senior Tempo/Indonesia), Tessa Bacalla (mantan Direktur Eksekutif SEAPA/Filipina), Khin Maung Soe (jurnalis senior DVB/Myanmar), Professor Cherian George (Hong Kong Baptist University), dan Pravit Rojanaphruk (jurnalis senior Khaosod English/Thailand).

RESPECT (Asia Pacific Regional Support for Elections and Political Transitions Program) adalah program regional 5 tahun yang didukung oleh USAID – Washington DC guna mendorong demokratisasi pemilu di kawasan Asia-Pasifik. Dua lembaga yang saat ini menjalankan program RESPECT adalah Perludem dan PPMN.

PPMN (Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara) adalah organisasi nirlaba yang bertujuan untuk mengembangkan profesionalisme media dan memperluas akses informasi di Indonesia serta berbagai negara di Asia, melalui peningkatan kapasitas pekerja media, baik dalam skala nasional maupun lokal. PPMN bekerja hampir di seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa negara di kawasan Asia melalui program-proram yang melibatkan jaringan media dan jurnalis internasional.

Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) adalah organisasi nirlaba mandiri yang menjalankan riset, advokasi, pemantauan, pendidikan, dan pelatihan di bidang kepemiluan dan demokrasi untuk pembuat kebijakan, penyelenggara, peserta, dan pemilih, yang sumber dananya berasal dari penggalangan serta bantuan lain yang tidak mengikat.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan