Mahasiswa KKN 21 Unej Melakukan Pendampingan Kelompok Belajar Guru SDN Wirolegi 03 Jember

Read Time:2 Minute, 33 Second

Jember merupakan sebuah wilayah kabupaten yang merupakan bagian dari wilayah Jawa Timur. Jember memiliki beberapa wilayah yang telah dibagi secara administratif, salah satunya adalah wilayah Wirolegi merupakan sebuah desa yang terletak di lingkungan Sumberketangi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.

Tepat di dekat kantor kelurahan Wirolegi terdapat beberapa sekolah, seperti Taman Kanak-kanak dan juga Sekolah Dasar. Salah satu sekolah yang terdampak adanya Pandemi COVID19 ialah Sekolah Dasar Wirolegi 03 Jember, dimana pengajar di sekolah ini banyak yang merasa kesulitan dalam pengajaran siswa-siswanya yang mulai menggunakan metode pembelajaran online di masa pandemi ini. Sebelum tahun ajaran baru 2020/2021 guru-guru di SDN Wirolegi 03 Jember dalam metode pembelajaran di semester akhir hanya pemberian tugas-tugas saja tanpa ada pemberian materi. Namun ternyata pada tanggal 13 Juli 2020 yaitu mulainya pembelajaran di tahun ajaran baru telah diputuskan oleh pemerintah melalui Surat Edaran untuk tetap belajar di rumah saja atau Belajar secara Online. Sehingga, fenomena itu yang membuat antusias dari guru-guru SDN Wirolegi 03 Jember untuk mau saling belajar bagaimana mengembangkan inovasi pembelajaran secara online di masa pandemi COVID19 seperti saat ini.

Pada Program Kerja Kuliah Kerja Nyata salah satu mahasiswa Universitas Jember yang bertemakan “KKN Back to Village” dimana ia mengusung tema Pendampingan Pembentukan Kelompok Belajar Guru, ada beberapa hal yang ia lakukan seperti melakukan pelatihan bersama guru-guru namun dengan konsep yang berbeda-beda di setiap guru SDN Wirolegi 03 Jember.

Pada awalnya hanya ada satu sasaran di SDN Wirolegi 03 Jember, yaitu Ibu Ida Retni Pujiningtyas S.Pd (Wali Murid Kelas Satu SDN Wirolegi 03 Jember) Ibu Ida sendiri merasa lebih tertarik untuk menggunakan metode belajar yang dapat melihat langsung siswa-siswa melalui suatu media, karena siswa-siswa kelas satu di Sekolah Dasar memang membutuhkan perhatian yang lebih serius dari Wali Kelas daripada kelas lainnya, sehingga mahasiswa Universitas Jember memutuskan untuk melakukan pelatihan Google Meet untuk pelaksanaan kelas secara online dan Google Form untuk absensi. Pada minggu selanjutnya, ada dua guru yang juga antusias dalam mengikuti Program Kerja mahasiswa yaitu Wali Kelas Enam Ibu Nipta dan Guru Pendidikan Agama Islam Bapak Buhori. Untuk melalukan pelatihan dalam menggunakan Google Meet dan juga membantu dalam mengaplikasikan aplikasi Filmora atau penggabungan video untuk pemberian materi kepada siswa SDN Wirolegi 03 Jember. Sehingga pembentukan dari kelompok belajar guru itu dilaksanakan di waktu yang berbeda, karena dari guru-guru tersebut juga memiliki metode dan cara pengajaran yang berbeda serta waktu luang yang berbeda.

Dalam realisasi dari program kerja salah satu mahasiswa Universitas Jember ialah, beberapa guru seperti Ibu Ida, Ibu Nipta, dan Bapak Buhori sudah mulai bisa menggunakan aplikasi tersebut dan sudah mempraktekkannya dengan siswa-siswanya. Meskipun dalam realisasi program, mahasiswa Universitas Jember tidak dapat memberikan pelatihan langsung kepada siswa-siswa SDN Wirolegi 03 Jember karena memang pihak dari SDN Wirolegi 03 tidak mau mengumpulkan siswa-siswa sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tetap menghindari kerumunan dan tetap menggunakan protokol kesehatan agar dapat memutus rantai penyebaran COVID19, sehingga tetap Guru yang memberikan pengajaran serta pelatihan tentang penggunaan Google Meet kepada siswa-siswanya yang didampingi oleh Wali Murid atau Orangtua.

(Anastasya Hana A Mahasiswa KKN Unej)

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan