Mahasiswa KKN UNEJ Diajak Peduli Buruh Migran

Read Time:2 Minute, 11 Second

Desbumi (Desa Peduli Buruh Migran) mengadakan acara sosialisasi dan diskusi tentang migrasi aman untuk calon pekerja migran di Balai Desa Ambulu hari Rabu 7/8/19. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan untuk meminimalisir permasalahan di negara penempatan bersama mahasiswa KKN Universitas Jember, Pemerintah Desa Ambulu, PPT (Pusat Pelayanan Terpadu) dan warga Desa Ambulu.

Bahwa kegiatan ini termasuk pola penyebaran informasi Desbumi kepada para calon migran dan elemen masyarakat lainnya. Disamping itu para mahasiswa yang sedang KKN di Desa Ambulu dapat menambah wawasannya mengenai fakta dilapangan yang pada akhirnya nanti dapat ikut berpartisipasi dalam upaya perlindungan buruh migran.

Ririn selaku aktivis Desbumi Ambulu, memberikan pengetahuannya mengenai langkah-langkah menjadi buruh migran yang aman. Karena buruh migran yang sering mendapatkan masalah adalah perempuan, maka dia pun ikut menghimbau tentang kebijakan pemerintah desa agar menjadi instrumen pencegahan permasalahan buruh migran terutama sebelum berangkat. Menurutnya disitu terdapat materi dan informasi bahwa PPT desa mempunyai peran penting, nantinya akan melaksanakan pelayanan terhadap buruh migran yang ada di desa dalam mengurus syarat-syarat keberangkatannya, bekerja dan pulang ke tanah air setelah habis masa kontrak dengan aman dan selamat.

Perempuan yang aktif dalam kegiatan Migrant CARE dan Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) ini menyatakan acara sosialisasi dan diskusi ini merupakan sebuah sharing informasi tentang UU perlindungan buruh migran, dan Desbumi sebagai inisiatif lokal untuk perlindungan pekerja migran dan anggota keluarganya.

“Saya sebagai pendamping juga perlu memahami perlindungan buruh migran seperti amanah dalam undang-undang ini,” imbuh Ririn.

Sosialisasi mengenai dasar diterbitkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia adalah sebagai berikut, bahwa bekerja merupakan hak asasi manusia yang wajib dijunjung tinggi, dihormati, dan dijamin penegakannya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yang kedua adalah bahwa negara menjamin hak, kesempatan, dan memberikan perlindungan bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak, baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan.

Pertimbangan ketiga adalah, bahwa pekerja migran Indonesia harus dilindungi dari perdagangan manusia, perbudakan dan kerja paksa, korban kekerasan, kesewenang-wenangan, kejahatan atas harkat dan martabat manusia, serta perlakuan lain yang melanggar hak asasi manusia.

Keempat mengenai penempatan pekerja migran Indonesia merupakan hak dan kesempatan yang sama bagi tenaga kerja untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak, yang pelaksanaannya dilakukan dengan tetap memperhatikan harkat, martabat, hak asasi manusia, dan perlindungan hukum, serta pemerataan kesempatan kerja . Berikutnya melindungi pekerja migran Indonesia dan keluarganya yang mencerminkan nilai kemanusiaan dan harga diri sebagai bangsa mulai dari sebelum bekerja, selama bekerja, dan setelah bekerja yang dilakukan secara terpadu antara instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah dengan mengikutsertakan masyarakat.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan