Bu Khofifah Diminta Hadir di Papua

Read Time:1 Minute, 35 Second

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyarankan dan meminta kepada Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur agar ada pertukaran kunjungan dengan Gubernur Papua dan Papua Barat. Hal ini disampaikan oleh Anggota DPR RI komisi X Jimmy Demianus Ijie usai bertemu dengan Gubernur Jatim di gedung negara Grahadi.

Menurut Jimmy yang juga anggota Otonomi Khusus (Otsus) ini, sejauh ini sudah terbina hubungan yang baik. Dia berharap, Khofifah memfasilitasi kunjungan Gubernur Papua dan Papua Barat ke Jawa Timur.

Setidaknya memfasilitasi pertemuan mahasiswa asal Papua di Jawa Timur agar bisa bertemu dengan kepala daerahnya. Supaya dua gubernur itu tahu masalah yang dihadapi mahasiswanya di Jawa Timur.

Dia juga berharap Gubernur Papua dan Papua Barat mau mengunjungi asrama-asrama mahasiswa asal Papua yang ada, supaya tahu apakah ada mahasiswanya yang sudah tidak berkuliah. “Kalau ada dipulangkan saja. Gitu. Jangan mereka tinggal di situ, saking sulit masalahnya pikiran jadi sumpek. Lalu dihasut orang langsung mudah terbakar,” katanya.

Sebaliknya, dia juga berharap Khofifah mengunjungi masyarakat Jawa Timur yang sudah bertransmigrasi ke Papua sejak tahun 1970-an, yang keluarganya sudah turun temurun di sana. “Ada yang anak-anaknya sekarang sudah menjadi perwira TNI/Polri, ada yang menjadi pejabat penting di Pemda Papua. Itu juga perlu dikunjungi. Begitu,” ujarnya.

Maka itu, ia juga berharap masyarakat di Papua menahan diri. Karena proses hukum masih berjalan. Belum bisa dipastikan siapa yang salah berkaitan insiden yang terjadi di Asrama Mahasiswa di Surabaya.

“Kita belum tahu persis siapa yang salah, biarkan pihak kepolisian mengusut, mencari, dan menemukan siapa yang memulai. Misalnya mengenai peristiwa bendera atau ujaran yang berbau rasis itu,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kapolda Jatim pun sudah menyampaikan janji untuk mengusut tuntas kasus ini. Jimmy pun memberikan dukungan agar kepolisian mengungkap orang di balik insiden itu. “Kalau pelakunya mahasiswa Papua, ya ditindak. Karena ini negara hukum. Komitmen kita, NKRI ini sudah final. Kalau simbol-simbol negara ini diinjak-injak, sebagai orang Papua, warga negara indonesia, saya juga tersinggung,” pungkasnya.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan