Ketika Mama Papua Bertemu Gubernur Lukas Enembe di Surabaya

Read Time:1 Minute, 40 Second

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima audiensi Gubernur Papua, Lucas Enembe, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kedatangan Lukas Enembe untuk menjalin kedekatan hubungan silaturahmi antara Papua dengan Jawa Timur.

“Kami semua menyambut kedatangan Gubernur Papua beserta rombongan dari Papua dengan suka cita. Kami bahagia bahwa adanya silahturahmi yang terbangun sore ini,” ujar Khofifah

Ia berharap bahwa Kantor Perwakilan Dagang Jatim yang terdapat di Papua mampu membangun perkembangan dagang dengan baik. Hubungan itu diharapkannya saling memberikan nilai tambah kebutuhan yang dikirim ke Jatim-Papua dan begitu juga sebaliknya.

Ia juga menegaskan hubungan komunikasi yang terjalin ini harusnya saling menjaga. Selain itu, ia berharap bahwa masyarakat Papua yang tinggal di Jawa Timur mampu merasa aman dan nyaman. Sebab, yang terjadi sebelumnya merupakan insiden pribadi bukan dari perwakilan Jawa Timur.

Dalam pertemuan itu, Khofifah kembali meminta maaf atas insiden rasisme di Jalan Kalasan beberapa waktu lalu. “Insiden itu personal dan tidak mewakili suara kami masyarakat Jatim,” tegasnya.

Ia berharap kunjungan Gubernur Papua bersama pejabat Pemprov Papua dan Papua Barat serta tokoh adat tersebut bisa merekat persaudaraan. “Kami bahagia ada silaturahmi yang terbangun sore hari ini. Tentu, kami ingin berkunjung silaturahmi kepada Pak Gubernur dan masyarakat Papua,” katanya.

Lukas Enembe juga berterima kasih kepada Khofifah yang menerima kedatangannya bersama rombongan. Kunjungan Lukas ini sesuai dengan yang pernah dijanjikannya saat kerusuhan di Papua pecah pada Senin (19/8/2019) lalu. Lukas mengaku ingin melihat langsung warganya di Jatim, mendengar aspirasi mereka dan meredam gejolak.

“Saya terima kasih atas penerimaan ibu gubernur di dalam forum ini. Saya datang dengan tim saya. Semua adalah tim saya. Kita bersilaturahmi dengan pemerintah Jatim sehingga hubungan kita baik,” kata Lukas.

Lukas mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah menyuruh utusan ke Jatim untuk bertemu warga Papua di Asrama Mahasiswa di Jalan Kalasan. “Namun, laporan mereka, mereka belum bisa diterima oleh mahasiswa,” katanya.

Dia juga mengatakan, selama ini seluruh kebutuhan logistik Papua dibeli di Jatim. “Hampir semua dikirim dari Jatim, jadi kita perlu jaga persahabatan. Kekeluargaan kita jaga sehingga tidak terjadi ekses,” pungkasnya.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan