Perangkat Main Tiktok di Kantor Desa, Advokat Peradi Ingatkan Agar Baca Buku Saja

Read Time:1 Minute, 6 Second

Perangkat Desa Sukowiryo Kecamatan Jelbuk gemar bermain aplikasi Tiktok. Banyak hal lucu dan menggemaskan, Tik Tok, juga dikenal sebagai Douyin artinya “video pendek vibrato”, adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang dluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao. Aplikasi tersebut membolehkan para pemakai untuk membuat video musik pendek mereka sendiri.

Hiburan seperti Tiktok memunculkan kreativitas, tentunya diharapkan akan memotivasi perangkat desa dalam pelayanan prima terhadap warga. Jangan sampai hal kreatif seperti itu malah mengganggu kinerja perangkat desa dalam melayani dan memberikan kepastian hukum kepada warga Desa Sukowiryo.

Eka Juangga Widhiarto,SH dari Kantor AST&T Law Firm mengingatkan agar perangkat desa memberikan keterbukaan data terhadap warga. “Namanya juga pelayanan masyarakat, maka jangan sampai dibedakan-dibedakan antara warga satu dengan warga lainnya,” tegasnya.

Hukum adalah panglima, hukum harus ditegakkan walaupun langit runtuh. Sebagai seorang advokat meskipun banyak tekanan disana-sini maka disitu peran pembelaan terhadap klien. “Supaya klien mendapat hak-hak dan perlindungan di dalam hukum,” papar Advokat muda yang akrab disapa Angga kepada besuki.id di kantor Desa Sukowiryo.

“Video Tiktok jangan dibuat di Kantor Desa, bukan tempatnya itu. Seharusnya kalau ada waktu senggang ya membaca tah, belajar baca buku, misalkan ada data warga yang kelewatan,” ujar Advokat Angga dari Peradi. Perangkat desa seharusnya mau mengupgrade ilmu pengetahuan untuk lebih baik memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan