Menyoal Lambatnya Reforma Agraria di Jember, PMII Gelar Dialog Publik

Read Time:1 Minute, 29 Second

Pelaksanaan program reforma agraria di kabupaten Jember dinilai lambat menurut aktivis mahasiswa PMII Jember. Oleh sebab itu pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kabupaten Jember hari ini mengadakan acara diskusi dengan title Dialog Publik “Menakar Pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Jember.” Acara dialog publik ini diadakan di kantor PCNU Jember jalan Imam Bonjol no 41A Jember. Kamis, 31/10/2019.

telah hadir narasumber Sugeng Kepala BPN, Muasim dan Fauzy dari Sekti, Bambang Direktur Sd Inpers, Ahmad Halim wakil ketua DPRD Kabupaten Jember dan Giri Ketua Kappala. Sementara dari Bapekap Jember belum kelihatan atau konfirmasi kehadirannya.

“Mengapa dialog publik ini kita adakan dengan mengundang para pihak, karena kita ingin melihat keseriusan kabupaten Jember dalam melaksanakan program prioritas Jokowi bahkan membedah kontradiksi dalam kebijakan terkait reforma agraria di pemerintahan Jember hari ini. Hal ini karena kebijakan yang sebenarnya tepat secara konsep tidak diimplementasikan┬ádengan baik bahkan DPRD Jember komisi A yang tidak berdaya dan terkesan tidak ada gebrakan yang jelas dalam menanganinya (retorika belaka) ketika didatangi petani dan mahasiswa” kata roni

Lanjut, Menurut Roni dengan mengundang narasumber, baik dari legislatif , eksekutif, ormas , organisasi petani dan LSM. Termasuk diundang juga kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Jember, para narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pengetahuan serta pelaksanaan program reforma agraria agar dapat dijalankan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku

Sementara, kata Giri selaku ketua Kapalla. Pihaknya meminta agar pemerintah Jember segera menyelesaikan persoalan tersebut, dan menjalankan Perpres sesuai fungsinya, Secara hukum ada dasarnya bahkan mengamanatkan, Seyogyanya untuk segera dibuat keputusan ditahun 2020 dalam periode 5 tahun ini kesempatan untuk melihat kembali RTRW.

“Meski kami dilingkaran diskusi anak PA tengah mendorong untuk evaluasi RTRW (mendorong kembali tanpa tambang emas, beberapa tubrukan pemanfaatan ruang yg kontradiksi, juga dorongan lanjut untuk DAS, kebencanaan, KSA/KPA, geotermal, RTH/Hutan kota, sampah dan rawa” ungkap mas giri

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan