Perda Irigasi Diabaikan, Ketua Hippa Kedawung Dibuat Geram

Read Time:1 Minute, 18 Second

Warga Kecamatan Kuripan khususnya warga Desa Kedawung dan warga Desa Resongo sudah 3 bulan terakhir kekurangan air. Hari kemarin Kamis (8/8) ada rapat lagi di Kantor Camat Sumber yang dihadiri oleh Muspika Kuripan dan Muspika Sumber, yang beberapa waktu lalu rapat tersebut sudah dilaksanakan.

Hasil dari rapat hari adalah uji coba pembagian air dari sungai Kendil yaitu 3 hari untuk wilayah bawah Kuripan dan 3 hari untuk warga atas, sisa sehari akan dialirkan ke desa mana yang membutuhkan air.

Hartono warga Kedawung adalah Ketua Hippa dan tokoh masyarakat di desanya. “Saya tidak mau menandatangani surat kesepakatan tersebut karena itu keluar dari aturan Perda tentang Irigasi. Kalau masalah uji coba monggo kita lihat hasilnya karena saya sudah mengecek langsung debit air yang ada. Air mengalir dari atas sampai ke Kuripan itu 18 jam baru sampai di desa kami,” ujarnya geram.

Kekeringan ini bukan tidak mendapatkan perhatian dari pihak terkait namun hasilnya masih nihil air belum juga mengalir ke daerah bawah, ke Kuripan.

Sodik, Camat Lira Kuripan angkat bicara, dia yang mengikuti dari awal masalah air tersebut. “Setidaknya disini kita menemukan win win solusi, jangan sepihak, saya dari lembaga Lira bukan akan jadi penonton dan diam atas kejadian ini. Saya akan sandingkan dan merapatkan barisan bersama tim Lira jika memang sudah tidak ada jalan keluar, saya menunggu hasil uji coba dari kebijakan hari ini,” sebutnya.

Camat Sumber, Saniwar, mengupayakan agar daerah bawah (Kuripan-red) juga mendapatkan air yang cukup. “Namun mau gimana lagi debit air mengecil. Kita mau menyalahkan siapa, ini sudah ketentuan dari Allah SWT,” jelasnya saat ditemui awak media besuki.id

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan