Antisipasi Kekeringan, Khofifah Beri Bantuan Serta Panggil Pj. Sekda dan Bappeda Bondowoso

Read Time:1 Minute, 45 Second

Puncak musim kemarau yang terjadi pada pertengahan bulan Agustus, berakibat 180 Desa di Jawa Timur dilanda kekeringan, salah satunya di Kabupaten Bondowoso.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Desa Gayam Kecamatan Botolinggo, didampingi Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Kamis (11/07/2019).

Menurut Khofifah, data yang diberikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kekeringan akan terjadi pada pertengahan Bulan Agustus dan terdapat 180 Desa dari 24 Kabupaten se-Jawa Timur telah mengalami kekeringan. Salah satu dari 24 Kabupaten itu adalah Kabupaten Bondowoso.

Guna mengantisipasi kekeringan tersebut Pemerintahan Provinsi Jawa Timur pada bulan Juli memberikan bantuan yang bersifat sementara untuk digunakan warga, sepert pada kunjungan Gubenur ke bondowoso kali ini.

“Pada bulan Juli ini kami sudah melakukan antisipasi. Seperti pemberian bantuan saat ini, bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Propinsi dapat digunakan sementara oleh Warga di Daerah Kekeringan, sebelum Pemerintahan Propinsi melanjutkan bantuan permanen berupa sumor bor. Seperti tandon, disediakan sebagai wadah dari mobil tangki air yang dikirim ke setiap titik kekeringan,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Gubernur juga memerintahkan Pj. Sekda Bondowoso bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) segera datang ke kantor Pemerintahan Propinsi Jawa Timur.

Mereka diminta untuk melakukan koordinasi tentang sejumlah sarana dan prasana yang dibutuhkan untuk mengatasi kekeringan maupun akses jalan menuju daerah kekeringan. Pemerintah Propinsi Jawa Timur membutuhkan kerangka dari daerah untuk memberikan bantuan. Sehingga, dibutuhkan koordinasi antara Pemerintah daerah dengan propinsi. Baik usulan maupun besaran anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki maupun membuat sarana dan prasarana baru.

“Besok pagi saya minta Sekda dan Bappeda datang ke Propinsi untuk melakukan koordinasi, kita butuh pengerangkaan usulan kebutuhan, dan kemampuan propinsi sampai dimana atas usulan itu,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Bupati Bondowoso Salwa Arifin terang – terangan kepada Gubenur sejumlah kebutuhan untuk mengatasi kekeringan. Salah satunya adalah sumur bor. Selain itu, penerangan dan akses jalan juga menjadi curhat Bupati kepada Gubenur.
Di Kabupaten Bondowoso terdapat 16 Kecamatan dari 23 Kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Titik terparah terdapat 4 Kecamatan. Meliputi Kecamatan Wringin, Botolinggo, Klabang dan Pakem. Hal itu diutarakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kukuh Triyatmoko.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan