Ketua DPD AMPI: Harapan Saya Jember Adem Jelang Pilkada

Read Time:2 Minute, 1 Second

Silang sengkarut antara DPRD Jember dan Bupati Kabupaten Jember, dari mulai hak interpelasi sampai hak angket yang dilayangkan DPRD, bahkan ada ancaman panggil paksa untuk eksekutif menjadikan situasi politik memanas. Bahkan Pokja hak angket memberikan ancaman untuk mengadakan pemanggilan paksa dengan bantuan pihak kepolisian, itu karena DPRD menyinggung bahwa tidak ada pejabat OPD yang hadir pada panggilan-panggilan sebelumnya. Kemudian Bupati Faida menegaskan bahwa mereka tidak diperbolehkan hadir. Dan jika nanti ada rencana pemanggilan selanjutnya, Faida bakal menimbang respons DPRD lebih dahulu terhadap jawaban tertulis yang sudah dilayangkan sebelum memutuskan untuk memberi ijin pada bawahannya boleh hadir atau tidak.

Jawaban Bupati merupakan surat tertulis yang disampaikan kepada panitia angket, isinya point-point keraguan atas keabsahan panitia angket dan kronologi alasan ketidakhadiran pihak eksekutif ketika diundang panitia hak angket. Ketidak harmonisan ini berlanjut dengan beberapa temuan DPRD Jember tentang beberapa proyek pemda Jember yang diduga rawan korupsi, misalnya dengan ditangkapnya kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan oleh Kejaksaan, serta tindak lanjut laporan masyarakat tentang proyek bedah rumah dan ada juga peristiwa ambruknya bangunan pendopo dan sekolahan yang roboh karena kelalaian perencanaan dan pengawasannya.

“Sebaiknya Bupati dan DPRD Kabupaten Jember ini saling berbaikan demi rakyat semuanya, karena molornya pembahasan APBD 2020 ini akan berpengaruh pada pembangunan di Jember. Jangan saling menyalahkan,” ucap Rani Aridini tokoh pemuda yang kini menjadi ketua DPD AMPI Jember periode 2019-2024.

“Yah masa jabatan bupati kan tinggal sebentar lagi habis, jadi kalau kinerja Bupati Faida dianggap jelek yang nggak usah dipilih lagi, gitu aja kok repot. Tetapi proses pembangunan untuk masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khan gitu,” lanjut Rani.

Menurut Rani yang berprofesi sebagai pengusaha, carut marut perseteruan antara legislatif dan eksekutif ini menjadi memanas mungkin karena pengaruh suhu politik mendekati Pilkada, para pihak saling serang bahkan cenderung menjatuhkan lawan politiknya. Bisa membikin bingung rakyat yang ada dibawah.
“Makanya saya menghimbau pada masyarakat pemilih di Jember, kita masih punya waktu beberapa bulan lagi untuk berpikir dan menilai para bakal calon Bupati yang akan menjadi kontestan dalam pilkada kali ini. Jangan menunggu mereka memperkenalkan diri pada kita. Sudah waktunya kita menjadi pemilih yang cerdas untuk menentukan pemimpin demi masa depan Jember yang lebih baik. Terkait isu-isu dugaan korupsi itu urusan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Pada prinsipnya pernyataan Ketua AMPI ini menyatakan bahwa sebagai ormas akan memberikan pemahaman pada masyarakat terutama anggota-anggota DPD AMPI Jember, untuk memilih bakal calon Bupati yang mampu memberikan warna kebaikan yang penuh prestasi menuju kemajuan Kabupaten Jember.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan