Selaras, Harmonis dan Seimbang, Siapapun yang Duduk Jadi Kades

Read Time:1 Minute, 35 Second

Mengisahkan banyak duka, begitupun ada suka, walaupun yang bersuka hanyalah bergeming di hati. Beberapa opini masyarakat pendukung yang cakadesnya tidak lolos dalam ujian, yang berani bersuara, apalagi cakadesnya sebagai incumben.

Ada aturan tentang Pilkades, dimana bacakades yang pendaftarnya lebih dari lima orang kontestan, diharuskan mengikuti uji materi dan kelayakan di tingkat Pemkab, menjaga independensi pihak terkait hanya memberi waktu satu hari dan di hari itu langsung di umumkan tentang hasil uji materi dan kelayakan, bagi yang memenuhi standart sesuai ukuran panitia, maka langsung hari itu juga menyerahkan foto untuk surat suara.

Sekilas opini tentang cakades yang tidak lolos berkontestasi di 5 September 2019, mulai menebar opini yang bersifat provokatif pasif. Tetapi para pendukungnya yang sebenarnya tidak mengetahui persis pada kandidatnya, sudah pasti beropini provokatif aktif. Itulah kisi-kisi perjalanan demokrasi, yang selalu berjalan dengan cerita dan kenyataan yang plus minus, tapi dengan majunya cara berfikir masyarakat akan sampai juga pada dewasanya berdemokrasi.

Harapan dan sekaligus menghimbau, atas nama LSM Ampuh Jember, kepada para calon pemimpin “cakades” yang sudah lolos dan ditetapkan sebagai peserta kontestasi cakades 6 tahunan, sebagai agenda demokrasi di tingkat desa atau kelurahan.

Barometer dari berapa unsur elemen yang berpendapat sudah mengalami kemajuan dari perjalanan berdemokrasi. Walau masih jauh dari kesempurnaan, karena setiap perubahan kepemimpinan pasti mengutamakan program yang di jadikan nilai tawar ke masyarakat. Sehingga program pemimpin sebelumnya bisa di kategorikan pembanding saja. Dengan berjalannya waktu disanalah pendewasaan berdemokrasi yang di rasakan oleh masyarakat. Karena yang dikatakan pendukung tidak selalu mendukung pada pilihan sebelumnya.

Sebagai harapan yang sangat diharap, siapapun yang duduk sebagai pemimpin baik di tingkat desa atau kelurahan, disanalah awal undang-undang yang bisa menjaga keselarasan dan harmonis dalam menjaga keseimbangan. Karena tingkat desa mempunyai wewenang membuat aturan berupa Perdes. Tentunya yang tidak bersinggungan dengan aturan yang diatasnya, jangan sampai pembuat Perdes hanya di
jadikan “alat” untuk pengajuan pencairan dana, ini sudah jadi hal umum.

(Slamet Mintoyo, Ketua LSM Ampuh Jember)

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan