Patroli siber pantau medsos

Read Time:1 Minute, 53 Second

Hampir tiga tahunan lalulintas arus pertukaran informasi dari media sosial mulai dari facebook, Line ,twitter maupun aplikasi WhatsApp (WA) semakin merebak memenuhi arena di dunia maya, salah satunyaWA menjadi trend dan mengemuka hampir diseluruh lapisan masyarakat.

Bertepatan dengan momentum politik, dimana media sosial digunakan sebegai alat propaganda yang kurang terverifikasi kebenaranya, sehingga muncul beberapa kasus yang mengusik keamanan negara bahkan terindikasi dipergunakan oleh kelompok-kelompok yang menyebarkan konten Hoaxs dan konten radikal dalam menyebarkan ajarannya hingga menyentuh keresahan masyarakat.

Beberapa waktu yang lalu WA sempat di blokir oleh pemerintah yakni melalui Kemenkominfo selama sehari guna mengantisipasi melebarnya kerusuhan Mei saat puncak aksi di Bawaslu Jakarta berlangung, dimana propaganda negatif banyak dilakukan dalam aplikasi ini. Hal ini didasari dari pengalaman peristiwa kerusuhan tersebut sehingga pemerintah merasa perlu mengawasinya, pelaku bisnis yang memanfaatkan layanan aplikasi WA terimbas dampaknya
Fakta dilapangan para pengguna WA , alih-alih mengecek kebenaran informasi, justru ikut menyebarkan konten yang masih abu-abu bahkan tak jarang merupakan Hoax secara berantai. Untuk itu, kepolisian Indonesia melalui tim Cyber Polri mulai mengawasi arus informasi kabar Hoax di WA. Tim cyber Polri memantau WhatsApp Group (WAG) yang terindikasi berisi informasi atau penyebaran hoaxs yang bisa menyesatkan masyarakat dalam menerima informasi. Artinya, masyarakat pengguna WA harus lebih hati-hati dalam membagikan informasi.

Melansir pernyataan Kombes Rickynaldo , Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri , bahwa Direktorat Siber melakukan patroli cyber ke grup-grup yang sudah terindikasi menyebarkan konten-konten hoax. Jadi Polri memantau, setiap informasi hoax yang disebarkan seseorang ke grup-grup WhatsApp, Jumat (14/6/2019).

Menanggapi patroli ini Cak Ndut panggilan akrab Iwan Kusuma sebagai aktivis sosial kemasyaratakan menyatakan, bahwa kenyamanan dan unsur kebebasan dalam berpendapat via medsos mulai ada yang mengintai. Hal ini juga mempengaruhi privasi data, kerahasiaan transaksi ataupun perjanjian bisnis lainnya . Jaman ini adalah era demokrasi dengan pemanfaatan teknologi yang super canggih, negara harusnya menjamin hak dan kebebasan warga negaranya dalam berekspresi . Kalaupun Polri harus menjaga lalulintas arus informasi melalui medsos terutama WA, dengan pertimbangan keamanan yang akan mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara maka sistem pengamanannya lah yang disiapkan dengan perangkat teknologi yang lebih canggih. “Saya pikir pemerintah ke depan akan lebih bijak dalam menyusun strategi keamanan negara demokrasi damai dan bukan menakut-nakuti dengan patroli sibernya. Bikin trauma , seperti kekuasaan masa orba”, demikian tandas cak ndut

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan