Pencairan Insentif Guru Ngaji di Tenggarang, Ustad Bijak Taat Pajak

Read Time:1 Minute, 30 Second

Bupati Bondowoso KH.Salwa Arifin mengharapkan agar pembayaran pajak penghasilan guru ngaji hendaknya tidak dimaknai sebagai pungutan liar (Pungli). Karena bayar pajak ini sebenarnya adalah kewajiban selaku warga negara. Apalagi, pajak ini untuk membangun negara.

“Ini jangan sampai dikesankan pungli. Ini adalah kewajiban selaku warga negara utuk bayar pajak. Jangan sampai ada kesan bahwa ini pungli. Pajak ini kan untuk membangun negara. Membangun jalan, musholla, dan lainnya. Karena ini aturan, mohon dipahami,” harap Bupati saat Sosialisasi dan Pembinaan Guru Ngaji di Kecamatan Tenggarang.

Total ada sekitar 5.435 guru ngaji yang telah divalidasi oleh Bagian Kesra Pemkab Bondowoso untuk mendapatkan insentif guru ngaji pada tahun 2019. Masing-masing akan mendapatkan Rp. 1,5 juta. Saat ini, pemberian insentif guru ngaji telah masuk dalam nomenklatur Pendidikan Karakter di Dikbud.

Wiratmo M, Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bondowoso menyampaikan bahwa pencairan insentif guru ngaji yang menjadi janji politik Bupati Salwa Arifin dan Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat menurut rencana akan dipotong Pajak Penghasilan (PPh) sesuai pasal 21 sebesar Rp. 45 ribu atau 3 persen dari Rp. 1,5 juta.

Dijelaskan bahwa pemotongan langsung dilakukan di rekening masing-masing. Yang kemudian secara otomatis masuk ke rekening pemerintah pusat, karena PPh itu masuk pajak pusat. “Kemarin melalui hibah jadi bukan penghasilan, kalau sekarang kan masuk dikegiatan Dikbud, masuk kegiatan itu sama dengan penghasilan,” jelasnya.

Ditempat yang sama Harimas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyampaikan itu bukanlah potongan melainkan bentuk kewajiban dari penerima yang harus dibayarkan. “Tak ada potongan apapun untuk pemberian insentif guru ngaji. Tapi, harus membayar pajak penghasilan sebesar Rp. 45 ribu,” ungkapnya.

Menurutnya, bahwa pencairan insentif guru ngaji ini akan dilakukan langsung ke rekening-rekening penerima.
Usai sosialisasi beberapa guru ngaji di Kecamatan Tenggarang, mengaku, tidak menjadi masalah jika harus dipotong untuk membayar pajak. Karena hal tersebut dinilainya sebagai sebuah kewajiban.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan