Tembakau Kekuatan Lokal Yang Mendunia Sejak Dulu, dan Cerita Masa Penjajahan

Read Time:1 Minute, 49 Second

Jember dan tembakau memiliki keterkaitan yang amat panjang, akar historis jember salah satunya berpondasi pada kehidupan masyarakatnya, dimana kolinalsme dan imprealisme memaksa masyarakat jember untuk menanam tembakau.

Kejayaan tembakau di Jember yang dikenal sejak dahulu hingga hari ini bukanlah bualan omong kosong belaka, dijulukinya Jember dengan sebutan tierra prometadora atau tanah yang menjanjikan oleh para pengusaha cerutu di dunia menjadi pembuktinya, selain itu mayoritas hasil tembakau dijember lolos Quality Control (QC) untuk ekspor ke mancan Negara. Dalam kejayaannya, tembakau jember memiliki akar tradisi pertanian yang sangat kuat dan jaya, hal itu digambarkan melalaui kesenian lokal Lahbaco atau petik tembakau.

Namun kejayaan tembakau dijember yang sangat terkenal hingga saat ini meninggalkan permasalahan besar bagi para petaninya, dari berkah yang dinikmati oleh segelintir pengusaha tembakau saja, monopoli perdagangan dalam memainkan harga dikalangan petani, hingga para pengusahanya yang memilik kedudukkan yang istimewa dan mengantar mereka pada jabatan eksekutif dan legeslatif dijember.

Menurut aktivis tani di Jember Iwan Kusuma, yang melakukan konsen pengamatan pertanian tembakau sejak tahun 1988 memberikan suatu penekanan bahwa didalam budaya tanam tembakau di Jember (Agroculture) salah satunya terdapat suatu semangat perlawanan yang dilakukan oleh petani terhadap kolinialisme dan imprealisme penjajah. Didalamnya dapat di amati di mana pada masa kolienalisme kecendrungan perbedaan jenis tembakau yang petani tanam antara Kasturi Dan Na-Oogst, Na-Oogst merupakan jenis tembakau yang mengahasilakn citarasa sesuai denagn kebutuhan lidah-lidah orang Eropa sehingga jenis ini banyak di ekspor pada masa itu, sedangkan Kasturi sendiri merupakan suatu bentuk perlawan oleh petani, karena Kasturi lebih akrab dengan lidah penduduk,dan petani pasca mendapatkan hasil panennya jika tidak laku dijual pada pedagang lokal terkadang merajangnya untuk dirokok sendiri.

Lebih dalam mengulas Kasturi dan Na-Oogst bahwa didalamnya memiliki tapal batas zonasi penanaman yang berbeda, pembagian peta tanam tersebut seiring karena perbedaan kesuburan geografinya serta budaya penduduknya, Na-Oogst rata-rata lebih identik dengan tembakau yang ditanam oleh masyarakat Jember bagian utara, jember utara pada masa itu di huni oleh masyarakat suku madura yang dibawa oleh penjajah belanda untuk bercocok tanam diperkebunan Belanda bagian Jember utara. Kasturi sendiri lebih identik dengan masyarakat Jember bagian selatan, mereka rata-rata berbahasa jawa dan pertauan yang datangnya merupakan niat pribadi untuk menuju ke Jember bukanlah campur tangan Penjajahan.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan