Bantu Perekonomian Masyarakat Gucialit, KKN Unej Ciptakan Inovasi Produk Teh Kawa Daun Dan Krupuk Kopi

Read Time:3 Minute, 32 Second

dalam mewujudkan ekonomi kreatif dan pemanfaatan kekayaan alam yang berada di Desa Gucialit, KKN Universitas Jember memfasilitasi dan menggelar acara “Sosialisasi Produk Inovasi Teh Kawa Daun Dan Krupuk Kopi ”. kamis (06/02/2020). adapun tamu undangan dari kalangan ibu PKK, kader- kader desa, perangkat desa dan ketua BABINSA Desa Gucialit.

doni selaku ketua KKN Gucialit menjelaskan bahwa Latar belakang sosialisasi ini melihat potensi dari Desa berupa Tanaman kopi sangat melimpah, dilihat hampir setiap rumah yang ada di daerah desa gucialit (dusun sidodadi, sidorukun, sidomulyo dan sidomakmur) memiliki lahan kopi pribadi yang hanya dipanen untuk diambil buahnya saja. Oleh karena itu diadakan nya sosisaliasi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyrakat Desa Gucialit dalam mengembangkan potensi yang ada di daerah Desa Gucialit yang berupa (Tanaman Kopi).

Teh Kawa Daun merupakan minuman dari Sumatra Barat yang lebih tepatnya adalah daerah Minangkabau. Bahan dasar dari Teh kawa pembuatanya berbahan dasar dari Daun kopi yang dipilih dari 1-5 helai daun dari pucuk supaya cita rasa yang dihasilkan lebih nikmat dan lebih harum, Sejarah dari terciptanya teh kawa daun sendiri berasal sejak masa penjajahan Belanda yang pada masa itu masyarakat Minangkabau yang mayoritas petani menanam kopi namun hasil panen biji kopi yang dihasilkan masyarakat Minangkabau semuanya dibawa bangasa Belanda ke eropa untuk dijadikan salah satu komoditas ekspor dan di sisi lain ketersediaan kopi di Indonesia sangatlah jarang sehingga masyarakat dari golongan atas saja yang biasa menikmati kopi dan masyarakat dari golongan bawah tidak boleh menikmati kopi, sehingga petani minangkabau membuat olahan dari kopi dengan menggunakan bahan dasar dari daun kopi tersebut, sampai sekarang budaya minum “Teh Kawa Daun“ masih ada di Sumatra Barat terutama masyrakat Minangkabau.

Di sesi yang kedua kelompok KKN 28 memberikan sosialisasi dan pelatihan Pembuatan krupuk kopi, awal mula terciptanya kerupuk kopi berawal dari masyarakat yang bosan dalam olahan minuman kopi, sehingga masyrakat memiliki ide untuk membuat olahan lain dari kopi, salah satu olahan yang sangat diminati oleh masyrakat yaitu kerupuk, dimana krupuk ini merupakan camilan dan juga pelengkap di saat makan. Yang pepatah jawanya “Tidaka ada kerupuk makanan apa aja serasa tidak nikmat atau tidak lengkap”. Sehingga munculah inovasi baru yaitu berupa kerupuk kopi atau kerupuk dari kopi, yang baru-baru ini terending dan juga memiliki banyak penggemar yang tidak Cuma dari dalam negeri tepai juga dari mancanegara terutama Malaysia, Timor Leste, Korea, dan Arab Saudi.

Bahan dasar untuk pembuatan THE KAWA DAUN berasal dari daun kopi robusta yang dipilih dari tangkai 1-5 helai daun dari pucuk, setelah itu daun tersebut di bersihkan dari debu dan kotoran yang melekat pada daun, selanjutnya daun kopi yang telah bersih disangrai terlebih dahulu ±5-6 menit agar daun sedikit layu dan selanjuttnya di jemur dibawah sinar matahari ± 6 jam tergantung dari panas matahari, selanjutnya daun yang telah dijemur disangrai kembali selama ±8-10 menit agar cita rasa dalam daun keluar dan mudah untuk dihaluskan, dalam hal dihaluskan ini cukup dengan meremas daun yang telah disangrai menjadi remahan daun kopi, remahan tersebut didingikan terlebih dahuluu dan setelah itu daun tersebut dapat diseduh dan dinikmati.

Pembuaatn KRUPUK KOPI berbahan dasar tepung tapioka, bubuk kopi, garam, gula, bawang putih dan Soda kue, langkah pertama dalam pembuatan krupuk kopi yaitu mencampurkan tepung tapioca dengan bubuk kopi dengan perbandingan untuk 250 gram tepung : 50 gram kopi ditambahkan soda kue sebanyak setengah sendok teh, setelah tercampur tambahkan bumbu bawang putih,garam dan gula yang telah dihaluskan kedalam adonan krupuk tersebut, selanjutnya adonan diaduk hingga merata ( diuleni) sehingga adonan menjadi kalis, setelah adonan kalis (tercampur semua bahan”nya) di bentuk menggunakan plastic rol ataupun daun pisang, selanjutnta adonan di kukus selama ± 45-60 menit agar adonan memadat, selanjutnya adonan yang memadat dipotong sesuai selera dan dijemur langsung dibawah sinar matahari selama ±1 hari agar krupuk kopi tersebut saat di goreng tidak bantat ( kurang maksimal dalam mengembangnya). Setelah dijemur KRUPUK KOPI dapat di goreng dan disajikan.

Respon masyarakat desa gucialit dengan diadakanya kegiatan sosialisasi ini sangat antusias dilihat dari ibu-ibu yang aktif bertanya saat sosialisasi dan juga penasaran dengan melihat secra langsung dari dekat, bagaimana cara pembuatan produk tersebut. Pada saat sosialisasi ini juga dari teman KKN Kelompok 28 memberikan sample Produk pada Ibu-ibu berupa Seduhan TEH KAWA DAUN dan juga kerupuk kopi yang sebelumnya telah disiapkan oleh temen teman KKN kelompok 28.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan