Pradopo Pendamping Pemuda Padepokan Kopi Durjo, Upaya Promosi Potensi Produksi Diiringi Musik Gambus

Read Time:1 Minute, 48 Second

Pemuda-pemuda Desa Karangpring yang tergabung dalam Padepokan Kopi Durjo, ternyata pemuda harapan desa karena disamping kreatif dan produktif dalam hal kopi mereka juga berpartisipasi aktif atas terselenggaranya Festival Karangpring. Para pemuda bekerja sama dengan Pemerintahan Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi menggelar Festival Wisata dan Budaya dalam rangka selamatan desa yang dipusatkan di lapangan setempat. Minggu pagi (13/10/2019).

Festival ini bertujuan selain menampilkan potensi desa Karangpring dalam bentuk kuliner, karnaval, kesenian dan pagelaran musik serta bazar, hal ini juga untuk mengenalkan wisata sekaligus budaya masyarakat desa. Disamping itu juga mengenalkan produksi kopi khas Desa Karangpring yang dinamai Padepokan Kopi Durjo kepada masyarakat sekitar Jember.

Pradopo yang dikenal sebagai pendamping pemuda dalam urusan kopi ini mengatakan, Festival Karangpring selain mengenalkan kuliner, wisata dan budaya juga merupakan sarana promosi produksi lokal agar lebih dikenalkan ke masyarakat luas. “Padepokan Kopi Durjo yang dipelopori para pemuda desa ini telah menghasilkan kreatifitas pemuda dalam urusan produksi sampai dengan penyajian terutama ketrampilan penyeduh kopi,” begitu kata Pradopo.

Dalam acara ini Padepokan Kopi Durjo juga mendapatkan respon positif dari para aktifis dan pecinta kopi di Jember, ada sekitar 20 orang pecinta kopi hadir untuk mencicipi dan sharing pengalaman sekitar produksi kopi. Kebanyakan dari mereka yang hadir menyatakan salut pada pemuda-pemuda Durjo yang sudah mampu mengelola dan menjadikan wadah Padepokan Kopi Durjo sebagai sarana belajar mengolah kopi dan produksi kopi petani secara inovatif. Sekaligus menjual hasil produksi petani yang berkualitas, sehingga nantinya akan mampu bersaing di pasaran kopi Jember.

Menurut Iwan Ndut penggerak seni budaya di Jember, menanggapi terselenggaranya Festival di desa seperti di Karangpring merupakan sebuah pertanda bahwa adanya pemerintahan desa yang peduli pada masyarakatnya. Festival hanyalah sebagai perekat kerjasama antara Pemerintahan Desa Karangpring dengan masyarakatnya terutama pemuda-pemudi sebagai generasi penerus desa tersebut.

“Saya berharap festival ini kedepan bisa dijadikan contoh oleh desa-desa tetangga yang lain, karena hal itu sama dengan upaya promosi mengenalkan potensi produksi, wisata desa dan budayanya, “ujar Iwan Ndut.

Malam Festival Karangpring selain dihibur dengan musik patrol, masyarakat juga dihibur dengan sadur juga band, dan nanti malam Senin 14/10/2019 rencananya masih ada hiburan seni gambus. Pada penikmat musik gambus bisa merapat di Festival Karangpring lokasinya di lapangan Karangpring, Sukorambi.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan