Chelonia Mydas, Penyu yang Hampir Punah, Terdampar di Pantai Ketah

Read Time:1 Minute, 7 Second

Hal tersebut bermula ditemukannya seekor Penyu Hijau (Chelonia Mydas) dengan berat sekitar 15 kilogram oleh warga terdampar di Pantai Dubibir Desa Ketah Kecamatan Suboh Kabupaten Situbondo, kemarin siang.

Mendengar kabar penemuan hewan laut dilindungi itu sontak masyarakat sekitar berduyun-duyun untuk menyaksikan dari dekat hewan langka itu. Mendapat info tersebut Alan selaku ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata Dubibir) Desa Ketah langsung mendatangi lokasi penemuan.

Bersama Khairil Anwar selaku pengurus LPLH Kabupaten Situbondo memprakarsai pengembalian hewan laut yang dilindungi undang-undang itu ke habitat aslinya di laut lepas.

Pada saat dikembalikan di lokasi awal ditemukannya Penyu Hijau itu di Pantai Dubibir Desa Ketah Kecamatan Suboh kondisinya dalam keadaan sehat.

“Mendengar info penemuan penyu hijau oleh warga Pantai Dubibir, kami bersama Khairil Anwar mendatangi lokasi untuk mengecek kebenaran info tersebut,” ungkap Alan.

Selaku pengurus LPLH Situbondo, Khairil Anwar mengatakan, benar-benar mengetahui hewan itu dilindungi oleh undang-undang bersama masyarakat beramai-ramai mengembalikan ke habitatnya namun sebelumnya mengecek kondisi penyu na’as itu.

Ditemui ditempat terpisah, ketua LPLH Kab. Situbondo Ilham Fahruzi mengatakan, bahwa Penyu Hijau (Chelonia Mydas) adalah satwa laut yang dilindungi oleh pemerintah. “Semua jenis Penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomer 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,” terangnya.

Lebih lanjut Ilham mengatakan, “Sedangkan Penyu Hijau, Penyu Lekang, dan Penyu Tempayan digolongkan sebagai jenis yang terancam punah,” pungkasnya.

0 0

About Post Author

Besuki.id

Jalan suprapto 16
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Besuki.id

Jalan suprapto 16

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan